SketsaNusantara.id - Kabar tentang terancamnya ekosistem Pulau Raja Ampat karena tambang nikel sampai juga ke telinga Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia.
Pada tanggal 31 Mei 2025 pukul 21.00 WIB lalu, organisasi lingkungan Greenpeace Indonesia membagikan hasil penelitian dan dokumenter mereka tentang masalah pertambangan nikel di Raja Ampat lewat akun X @GreenpeaceID.
Dokumenter tersebut berupa video berdurasi sekitar 4 menit. Greenpeace Indonesia mengunggahnya ke kanal YouTube @Greenpeace Indonesia pada waktu yang sama dengan cuitan dibuat.
Video itu menyoroti perkembangan tambang nikel yang semakin menjadi-jadi hingga mengancam kondisi alam di pulau wisata tersebut secara runut dan singkat.
Tentunya, masalah ini segera jadi sorotan publik. Namun jika sebelumnya hanya masyarakat adat Raja Ampat dan warganet yang turut menyuarakan keresahan mereka pasal ini, kini mantan pejabat pun ikut buka mulut.
Lewat akun X-nya @susipudjiastuti, Ibu Susi menulis cuitan sambil menandai akun X Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan soal ini pada tanggal 1 Juni 2025 pukul 20.07 WIB.
Baca Juga: Usai Dituding Sebagai Gubernur Sombong, Dedi Mulyadi: Jujur Aja Saya Memang Lagi Sombong Itu...
“Presiden @prabowo mohon segera dihentikan,” tulisnya sambil menyertakan emoji menangis pada caption cuitannya.
Menyikapi keresahan masyarakat, sebetulnya dua hari lalu DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Raja Ampat turun untuk melakukan investigasi langsung terhadap aktivitas pertambangan nikel.
Untuk saat ini, DPRK Raja Ampat berencana bekerja sama dengan berbagai pihak pemangku kebijakan untuk menemukan titik terang.
Permasalahan tambang nikel ini sebetulnya memang bukan berita segar lagi. Sudah banyak kabar dan artikel yang mengupas tentangnya sejak tahun-tahun lalu.
Diharapkan dengan mulai bermunculannya petinggi-petinggi yang memperhatikan kasus tersebut, masalah tambang dan ancaman ekosistem Raja Ampat bisa segera dituntaskan. ***