Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kasus kenakalan remaja, terutama yang terjadi pada malam hari.
Pemprov Jabar berupaya menekan potensi tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba dengan cara membatasi aktivitas luar rumah para pelajar.
Dengan adanya SE ini, Dedi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga, agar kebijakan berjalan efektif.
Ia menegaskan, aturan yang dikeluarkan pemerintah tidak boleh dianggap enteng.
Aturan jam malam dan perubahan jam sekolah ini menjadi langkah strategis Pemprov Jawa Barat dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tertib.
Namun efektivitasnya tentu bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!