SketsaNusantara.id - Napas Bandara Notohadinegoro serasa kembang kempis lantaran vakum selama sekitar tiga tahun.
Bahkan, sejumlah penerbangan kapal perintis sempat diusahakan dengan minat penumpang yang begitu kecil. Lantas, bagaimana kondisi bandara itu saat ini?
Sebelum menjabat sebagai Bupati Jember, Muhammad Fawait sempat mewacanakan reaktivasi bandara.
Baca Juga: Berkelas dan Mendunia, Gus Fawait Bakal Kembangkan Eduwisata Berbasis Proses Pengolahan Cerutu
Hal tersebut yang saat ini masih diupayakan salah satunya dengan menggelar kunjungan ke Direktur Utama BUMN guna mengupayakan percepatan pembangunan Bandara Notohadinegoro Jember.
Seperti kita tahu, gelaran Jember Fashion Carnival (JFC) Agustus mendatang bakal menjadi motivasi bandara kembali dihidupkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan dan TP3D bersama dengan jajaran DPRD Jember juga telah melaksanakan inspeksi. Tujuannya, memastikan kesiapan fasilitas bandara.
Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu penumpang, marka jalan, hingga landasan pacu. Pada inspeksi itu, ada sejumlah catatan penting. Salah satunya, terkait dengan kurangnya fasilitas terminal.
Oleh karena itu, bersama dengan anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Jember Muhammad Fawait tengah mengupayakan reaktivasi bandara.
"Jember punya bupati yang hebat. Saat ini, beliau sedang berusaha untuk menghidupkan bandara. Semoga segera terwujud," ungkap Andre Rosiade.
Bahkan, rencananya, Bandara Notohadibegoro bakal segera diaktifkan pada Juni mendatang. Yakni, dengan menggunakan sejumlah penerbangan. Yakni, penerbangan charter dan penerbangan komersial reguler.
Bupati sangat berharap, ada multiplier effect yang tercipta saat bandara kembali beroperasi. Mulai meningkatkan koneksi dengan kota-kota luar hingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.***