SketsaNusantara.id - Jember menjadi salah satu kabupaten yang dikenal dengan kualitas tembakau yang mendunia. Bahkan, turunan tembakau di Jember juga mendunia. Yakni, melalui cerutu.
Hal tersebut diutarakan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menggelar pertemuan di Jakarta bersama dengan Pemilik Perusahaan PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) Febrian Ananta Kahar di Jakarta.
"Kabupaten Jember memiliki potensi yang luar biasa. Salah satunya, terkait dengan produk turunan tembakau, yaitu cerutu," kata pria yang karib disapa Gus Fawait.
Mengapa istimewa? Sebab, BIN CIGAR mampu memproduksi sebanyak 200 macam cerutu.
"Bisa 200 macam cerutu untuk ekspor. Bahkan, cerutu diklasifikasikan sesuai waktu. Ada yang mantap saat dikonsumsi pagi, sore dan malam," ulasnya.
Lebih lanjut, Pemilik PT BIN CIGAR Febrian Ananta Kahar menambahkan bahwa semua tembakau yang dijadikan cerutu ditanam di tanah Jember. Usia penyimpanan cerutu yang bakal diolah juga beragam. Mulai empat, lima, hingga 10 tahun.
"Hingga saat ini, kami sudah melakukan ekspor ke delapan negara," ucap pria yang akrab disapa Febri itu. Di antaranya, di Kuba dan Kamerun.
Tak hanya itu, pemilihan penanaman tembakau di Jember nyatanya sudah berlangsung sejak zaman Belanda. "Jember dipilih karena kualitas tanah dan hasil pertanianya," terangnya.
Atas potensi tersebut, Bupati ingin Jember semakin mendunia. Yakni, dengan membuat eduwisata terkait dengan proses pengolahan tembakau menjadi cerutu.
Baca Juga: Bersama Bupati Muhammad Fawait, Gubernur Jatim Resmikan Jalan Beton di Puger Jember
"Kami bakal berkolaborasi. Jember akan mengembang eduwisata terkait dengan cerutu. Dengan begitu, Jember bisa mendunia melalui cerutu," ungkapnya.
Lantas, bagaimana teknisnya? Misalnya, siapapun yang berkunjung ke Jember diarahkan untuk melihat proses pembuatan cerutu. Terutama, bagi wisatawan penikmat tembakau.***