SketsaNusantara.id - Raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Jember tahun anggaran 2024 di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur di Sidoarjo pada Selasa, 27 Mei 2025.
Ternyata ini bukanlah satu-satunya yang tengah diupayakan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya.
Sebelumnya, pria yang karib dipanggil Gus Fawait tersebut juga telah menggelar kunjungan pada tiga titik.
Tujuannya jelas, yakni mencari formula untuk membuat kebijakan maupun program guna menyejahterakan mayarakat Jember.
Pada Senin, 26 Mei 2025, Gus Fawait telah menggelar kunjungan di tiga titik. Mulai bertemu dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Wakil Menteri Sekretaris Negara, hingga bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian RI. Tercatat, ada sejumlah ide besar yang tengah digodok untuk warga Jember.
Pada lini pekerja migran, Gus Fawait berupaya mendirikan pos pelananan pekerja migran, mengondisikan pelatihan sesuai negara tujuan, dan mencegah keberangkatan non procedural yang berisiko.
Baca Juga: Gus Fawait Racik Potensi Kopi di Jember, Wacanakan JSG Jadi Spot Ngopi
Menurut Gus fawait, adanya pos PMI ini untuk memudahkan para calon pekerja migran dalam mengurus perizinan.
"Jadi, rekan-rekan tak perlu jauh-jauh lagi mengurusnya," lanjutnya.
Beruntungnya, gagasan itu disambut baik oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung Gus Fawait dalam membuat kebijakan-kebijakan guna mewujudkan perlindungan pekerja migran.
Lebih lanjut, saat bertemu dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suharriyanto, Gus Fawait juga menceritakan kondisi Jember.