Kartu ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi akses utama untuk bisa masuk ke berbagai lokasi penting selama ibadah, termasuk Masjidil Haram.
"Kartu Nusuk harus selalu dibawa oleh para jemaah calon haji karena bisa memberikan akses untuk memasuki lokasi-lokasi berhaji," jelas Kementerian Agama RI.
Kemenag juga mengingatkan agar jemaah ekstra waspada terhadap kemungkinan penjambretan kartu Nusuk, karena kartu ini bernilai penting bagi mobilitas selama di Arab Saudi.
Peningkatan keamanan dan sistem pengawasan ini mencerminkan keseriusan Arab Saudi dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji. Dengan kombinasi teknologi tinggi dan aturan administratif seperti kartu Nusuk, jemaah yang sah dapat menjalankan ibadahnya dengan lebih aman dan tertib.
Di sisi lain, upaya ini sekaligus mempersempit ruang gerak bagi individu atau pihak yang berusaha melanggar ketentuan.
Musim haji 2025 tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga cermin dari bagaimana teknologi dan ketegasan kebijakan bisa berpadu untuk menciptakan sistem ibadah yang aman dan modern.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!