Kamis, 4 Juni 2026

Haji 2025 Dijaga Ketat, Arab Saudi Gunakan Drone hingga e-Gate Canggih untuk Deteksi Jemaah Ilegal

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 27 Mei 2025 | 21:02 WIB
Foto ilustrasi pesawat nirawak atau drone - Otoritas Arab Saudi menggunakan drone untuk memantau jemaah calon haji ilegal.  (Unsplash/jaredbrashier)
Foto ilustrasi pesawat nirawak atau drone - Otoritas Arab Saudi menggunakan drone untuk memantau jemaah calon haji ilegal. (Unsplash/jaredbrashier)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Arab Saudi meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan selama musim haji 2025 dengan dukungan teknologi canggih.

Dari penggunaan drone udara hingga sistem e-Gate di bandara, seluruh upaya ini ditujukan untuk memastikan hanya jemaah resmi yang bisa melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Sejak fase awal kedatangan jemaah calon haji ke Arab Saudi, otoritas setempat telah mengoperasikan drone untuk melakukan patroli dan pemantauan dari udara.

Baca Juga: Puncak Haji di Tengah Terik Ekstrem: Jemaah Diminta Tak Sholat Terlalu Sering di Masjidil Haram demi Jaga Stamina

Penggunaan drone ini terbukti efektif, dengan klaim telah menangkap ratusan orang yang mencoba masuk secara ilegal selama musim haji berlangsung.

Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) turut mengambil peran penting dalam pengawasan dan peningkatan pelayanan. Mereka telah memasang 20 gerbang elektronik (e-Gate) di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Gerbang canggih ini tidak hanya mempercepat proses imigrasi, tetapi juga dirancang untuk menyaring jemaah berdasarkan data identitas yang sah.

Baca Juga: 185 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba, 95 Persen Terima Kartu Nusuk untuk Akses Layanan Ibadah di Tanah Suci

"Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi jamaah haji yang sah dan sesuai prosedur," ungkap pihak SDAIA.

SDAIA bekerja sama dengan otoritas bandara dan imigrasi Arab Saudi untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan. Selain e-Gate, mereka juga memasang lebih dari 30 perangkat pembaca paspor modern demi mempercepat pemrosesan jemaah yang tiba.

Teknologi ini menjadikan proses masuk ke Tanah Suci lebih efisien, namun tetap dalam kontrol ketat yang tidak memberi ruang bagi penyusup.

Baca Juga: Hati-Hati! Bolehkah Posting Foto di Medsos saat Ibadah Haji? Beginilah Nasihat Buya Yahya agar Lebih Bijak Bermedsos

Tidak hanya dari pihak Arab Saudi, Pemerintah Indonesia juga terus mengingatkan warganya yang menjadi jemaah haji resmi tentang berbagai aturan baru yang diterapkan.

Salah satunya adalah kewajiban membawa kartu Nusuk, sebuah kartu identitas digital yang wajib dimiliki seluruh jemaah. Kartu ini menyimpan informasi lengkap mulai dari nama, nomor paspor, hingga lokasi hotel tempat menginap.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X