SketsaNusantara.id - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) melaporkan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, ke Bareskrim Polri pada Selasa pagi, 27 Mei 2025.
Laporan ini disampaikan menyusul pernyataan kontroversial dari Budi Arie Setiadi yang menuduh adanya keterlibatan partai politik sebagai mitra bandar taruhan berbayar.
Tuduhan tersebut dinilai sebagai fitnah yang sangat menyakitkan bagi para kader PDI Perjuangan.
Baca Juga: Ini Jawaban Budi Arie Setiadi Saat Namanya Terseret Taruhan Berbayar: Ini Political Game...
Wirdana Harefa, kuasa hukum PDI Perjuangan, menjelaskan bahwa laporan ini merupakan respons atas narasi yang dilontarkan Budi Arie, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang saat ini masih aktif di pemerintahan.
“Kami hari ini melaporkan terkait ucapan atau fitnah yang disampaikan Budi Arie. Pernyataannya sangat menyakiti kami semua karena menuduh secara keji bahwa PDI Perjuangan menerima 50 persen dari bisnis judi online,” ujar Wirdana dilansir SketsaNusantara.id dari Youtobe Kompas TV pada 27 Mei 2025
Dalam laporan tersebut, pihak pelapor menyertakan bukti berupa video rekaman lengkap pernyataan Budi Arie yang disampaikan kepada salah satu media.
Bukti berupa rekaman video ini diharapkan bisa menjadi alat yang kuat dalam mendukung proses penyelidikan oleh pihak berwenang, sekaligus menunjukkan bahwa tuduhan yang disampaikan tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Wirdana menegaskan bahwa laporan ini dibuat atas arahan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
“Kami sebagai kader perjuangan merasa sangat tersakiti atas tuduhan yang mengaitkan PDI Perjuangan dengan praktik taruhan berbayar. Tuduhan ini termasuk fitnah yang tidak bisa diterima, terlebih karena melibatkan nama Bapak Gunawan yang juga menjadi sasaran,” jelasnya.
Pihak pelapor berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keadilan. Hingga berita ini diturunkan, Budi Arie Setiadi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan awal untuk menindaklanjuti kasus ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut isu sensitif yang berdampak pada nama baik partai politik dan individu yang terkait.***