Dengan tegas KDM bersiap untuk menindak tegas pelaku dengan proses pidana atau barak militer bagi pelaku di bawah umur.
"Tunggu, aparat akan segera datang menjemput untuk dilakukan klarifikasi dan dilakukan pemeriksaan, apabila terbukti melakukan tindak pidana akan diproses," ujar Kang Dedi tegas.
"Apabila dibawah umur, maka barak militer adalah tempat untuk anda semua dilakukan pembinaan sampai anda menyadari bahwa tindakan anda memang salah," tandasnya.
Ia meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini dan menangkap pelaku, sembari mengimbau suporter untuk merayakan kemenangan dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Reaksi netizen di media sosial pun beragam. Banyak yang mendukung pernyataan Dedi bahkan ada yang mengusulkan agar oknum suporter yang suka merusak fasilitas umum di-blacklist tak boleh ikut nonton di stadion GBLA.
"Kok bangga ya mereka direkam kamera malah nunjukin muka, Euforia boleh tapi tidak berlebihan dan tidak merugikan Club atau Supporter lainnya perlu tindakan supaya suporter SDM rendah kaya gini agar berulah lagi," komentar netizen.
"Semoga di-backlist ga boleh datang ke stadion seumur hidup! gak ada menyesal ketahuan merusak stadion, ini mah jangan masukin ke barak langsung pidanakan, bayar ganti rugi," komentar netizen lainnya.
Pernyataan Dedi Mulyadi menjadi tindakan tegas bahwa euforia kemenangan harus diimbangi dengan sikap dewasa dan tanggung jawab.
Dengan penegakan hukum yang tegas, diharapkan kejadian serupa tak terulang, dan sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dengan dukungan suporter yang lebih bijak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini