“Biasa latihan mental emang begitu, kecuali kalau udah main fisik yang gak bener, baru salah. Melatih mental di kehidupan nyata bisa jadi akan menghadapi hal yang lebih buruk,” ujar akun lainnya.
Namun tak sedikit pula yang menyuarakan kekecewaan dan membandingkan pengalaman bela diri di negara lain.
“Capek-capek memperkenalkan silat ke penjuru dunia, di dalam negeri malah begini. Mending ikut taekwondo atau wushu kalau begini sih,” tulis netizen lainnya.
Apa pun konteks yang melatarbelakangi video tersebut, publik berharap agar kasus ini menjadi titik refleksi bahwa membentuk mental juara bukan berarti membenarkan bentuk kekerasan verbal.
Perguruan silat, sebagai warisan budaya bangsa, seharusnya menjadi tempat membangun generasi kuat yang tangguh secara fisik dan bermartabat secara batin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI