SketsaNusantara.id – Dunia persilatan Indonesia kembali terusik oleh sebuah video viral yang menampilkan momen tak pantas dalam sesi latihan salah satu perguruan silat.
Dimana dalam tayangan tersebut, terdengar jelas seorang pelatih menghardik muridnya yang tengah kelelahan secara verbal.
"Udah gak kuat, mati aja! Mau mati, mati aja!," demikian teriak pelatih dengan nada tinggi kepada peserta latihan yang tampak sudah kehabisan tenaga.
Cuplikan ini sontak memicu gelombang reaksi keras dari netizen. Banyak pihak menyayangkan cara pelatih tersebut menyemangati yang dianggap justru menjatuhkan mental, bukan membangun karakter.
Hingga kini, lokasi dan waktu pengambilan video belum dapat dipastikan. Namun, publik menilai tindakan kasar semacam ini bertolak belakang dengan esensi sejati bela diri yang mengedepankan etika, rasa hormat, serta kedisiplinan tinggi.
"Kalau memang benar ini terjadi dalam lingkungan perguruan silat, ini harus jadi alarm bagi pihak terkait. Jangan sampai tempat latihan berubah jadi ruang intimidasi," tulis keterangan dalam video yang viral di media sosial.
Baca Juga: Viral Pernikahan Dini di Lombok, Tingkah Pengantin Wanita Jadi Sorotan! Netizen: Agak Lain
Reaksi di media sosial pun beragam, ada yang mengecam, ada pula yang membela. Salah satu komentar menyebut bahwa ucapan keras seperti itu biasa digunakan saat ujian kenaikan tingkat.
“Mohon maaf sebelumnya tpi itu dalam keadaan ujian kenaikan tinggat kata2 seperti itu bukan untuk menjatuhkan itu malah untuk menguji mentalnya hasil dri ltihannya dan dari kata2 diatas seakan silat itu harus memanjakan siswa gtu ga gitu latih mental dan fisik itu memang seprti itu,” tulis seorang netizen yang tampaknya cukup paham dengan dinamika latihan bela diri.
Namun, komentar lain menunjukkan kekhawatiran lebih luas atas dampak video ini terhadap citra perguruan silat secara keseluruhan.
“Gara-gara kelakuan satu pelatih silat yang geblek, semua perguruan silat malah kena imbas stigma jelek,” kritik salah satu pengguna media sosial.
Ada pula yang menyoroti aspek pembentukan mental lewat metode tekanan seperti itu.