news

Dari Janji Apartemen Murah ke Mimpi Buruk Konsumen, Bagaimana Negara Kini Hadir Menjawab Luka Meikarta?

Jumat, 23 Mei 2025 | 21:29 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. (Dok. Sekretariat Presiden)

 

SketsaNusantara.id – Setelah tujuh tahun menanti dalam ketidakpastian, para pembeli unit apartemen Meikarta akhirnya menyaksikan secercah terang di ujung lorong gelap yang selama ini mereka tempuh.

Dalam periode awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sorotan tajam kembali diarahkan pada mega proyek ambisius yang berubah menjadi drama nasional.

Namun kali ini, bukan sekadar sorotan melainkan langkah nyata dari negara melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang kini dipimpin oleh Maruarar Sirait.

Baca Juga: Tegas! Prabowo Subianto Beri Ultimatum Kepada Pejabat yang Memperumit Regulasi Usaha Sektor Migas Bakal Dicopot

Meikarta, proyek prestisius Lippo Group yang diluncurkan pada 2017, awalnya dijanjikan sebagai kota mandiri futuristik seluas 500 hektare di Cikarang, Jawa Barat.

Tapi mimpi besar itu runtuh oleh konflik izin, pemasaran agresif, dan kasus suap yang menyeret para pejabat tinggi.

Hanya 85 hektare lahan yang disetujui pemerintah, namun ratusan miliar dana publik terlanjur mengalir lewat uang muka apartemen yang ditawarkan hanya Rp2 juta.

Baca Juga: Realisasi FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pemerintah Naikkan Kuota Rumah Subsidi Jadi 350 Ribu Unit di Tahun Pertama Prabowo Subianto

Lebih dari sekadar investasi gagal, proyek ini menyisakan luka sosial. Para pembeli, kebanyakan keluarga muda dan pekerja kelas menengah merasa ditinggalkan. Beberapa di antaranya telah melunasi pembayaran sejak 2017, namun hingga kini belum menerima satu pun kunci.

“Apa yang bisa kami lakukan selain berharap negara hadir?” tanya Yosafat, salah satu konsumen yang merasa tertipu.

Ia dan ratusan lainnya kini menggantungkan harapan pada Menteri PKP.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama Indonesia dan Thailand di Bidang Kesehatan, Begini Isinya!

Maruarar, atau akrab disapa Ara, menjadikan Meikarta sebagai ujian moral dan politik di awal masa jabatannya.

Sejak Maret 2025, ia membuka kanal aduan BENAR-PKP, memverifikasi laporan, dan memfasilitasi dialog publik. Bahkan, pada 23 April 2025, ia mempertemukan para korban langsung dengan pucuk pimpinan Lippo Group, James dan John Riady.

Halaman:

Tags

Terkini