news

Sempat Viral! Sekelompok Guru SD Ini Sampaikan Permintaan Maaf Usai Lewat di Jembatan Gantung Rusak untuk ke Sekolah, Netizen: Siapa yang Suruh?

Kamis, 22 Mei 2025 | 15:30 WIB
Potret sekelompok Guru SD yang melewati jembatan rusak untuk ke sekolah kini minta maaf. (Instagram @lambe_turah)

SketsaNusantara.id- Sekelompok Guru SD yang sempat viral di media sosial saat menyeberangi jembatan gantung pun kini angkat bicara.

Beberapa waktu lalu viral di media sosial, empat Guru SD yang melalui jembatan yang suda dalam kondisi tak layak.

Kini mereka melayangkan permintaan maaf, justru ramai komentar netizen yang tak terima dengan tindakan tersebut.

Baca Juga: Penuh Perjuangan Demi Mengabdi! Terekam Video Sekelompok Guru SD di Pedalaman Tanah Air Ini Lintasi Jembatan Tanpa Alas, Bikin Ngeri-Ngeri Sedap

Adapun sekelompok Guru SDN 117 Simpang Limbur Merangin berinisiatif untuk melalui jembatan itu.

Bukan tanpa alasan, mereka terpaksa memilih karena jalan pintas masih dalam kondisi becek usai hujan.

Para siswa yang sekolah di tempat tersebut juga diakui sudah pindah ke tempat lain untuk sementara karena sedang ujian.

Baca Juga: Ditengah Aksi Unjuk Rasa Pengemudi Ojek Online, Ramai Tagar OjolTetapNarik, Netizen Heboh Berikan Tanggapan

Maka yang hanya pergi sekolah di seberang jembatan itu adalah para guru. Jembatan yang belum layak ini juga diakui masih dalam proses perbaikan.

Anggaran desa juga sudah menggelontorkan dana sebesar 200 juta rupiah untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Niat awal memvideokan itu sekedar dokumentasi aja. Tidak ada hubungannya untuk memviralkan dan istilahnya menjelekkan pihak manapun," kata Risma, salah satu Guru SD dalam video yang diunggah oleh Instagram @lambe_turah pada 22 Mei 2025.

Baca Juga: Siswa di Jember Ini Harus Berjuang Naik Rakit Bambu Menuju Sekolah, Akibat Jembatan Penghubung 2 Desa Putus

Lebih lanjut, satu guru lainnya yang terlibat dalam video tersebut ikut melayangkan permintaan maaf.

"Kami selaku guru SDN 117 Limbur Merangin, sekali lagi kami meminta maaf kepada pihak desa maupun pihak kabupaten. Kami melewati itu memang dalam proses perbaikan," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini