SketsaNusantara.id - Baru-baru ini media sosial ramai memperbincangkan laporan seorang warganet yang mengungkap praktik dugaan perdagangan orang yang melibatkan dua warga asal Jawa Barat.
Laporan ini viral setelah diunggah melalui platform TikTok dan ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Video tersebut menuai perhatian luas, karena menyebut nama-nama terduga pelaku yang secara terang-terangan disebut sebagai agen pengirim pekerja ilegal ke luar negeri, yaitu ke Kamboja.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @iya_iniefan, disebutkan bahwa salah satu pelaku bernama Indri Paramitasari, seorang wanita kelahiran Subang pada 5 Juni 1985.
Indri disebut-sebut berperan sebagai translator sekaligus agen yang bertugas merekrut dan mengatur keberangkatan warga Indonesia untuk bekerja secara ilegal di Kamboja.
Ironisnya pekerjaan yang ditawarkan sering kali janji palsu, seperti menjanjikan bekerja di restoran atau perusahaan legal. Namun kenyataannya para korban justru dipaksa bekerja di perusahaan scam yang beroperasi di wilayah Kamboja.
Lebih memprihatinkan lagi, dalam penuturan pengunggah video, Indri tak hanya menipu orang lain tetapi juga keluarga dekatnya sendiri.
Ia pernah menjanjikan pekerjaan di Australia, dengan dalih transit di Thailand. Namun pada kenyataannya, korban malah dibawa dan "dijual" ke Kamboja. Bahkan disebutkan bahwa Indri pernah melakukan transaksi penjualan orang sebesar 2.100 USD dengan seorang agen.
Tidak hanya itu, Indri juga diduga membawa kabur uang dari beberapa orang yang sebelumnya dia rekrut untuk bekerja, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp60 juta rupiah.
Menurut laporan video tersebut, kini Indri telah kembali ke Subang dan tinggal bersama salah satu suaminya. Diketahui, Indri telah menikah hingga empat kali.
Harapan dari pengunggah video agar aparat atau pihak berwenang dapat melacak keberadaan Indri dan menindaklanjuti kasus ini secara serius.