Minggu, 19 Juli 2026

Kasus Viral di Media Sosial: Dugaan Perdagangan Orang oleh 2 Warga Jabar Menuju Kamboja

Photo Author
Ni’matul Fauziah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Mei 2025 | 09:30 WIB
Ilustrasi perdagangan orang (Pexels/Kindel Media)
Ilustrasi perdagangan orang (Pexels/Kindel Media)

Selain Indri disebut pula nama Lucky, seorang pria yang diduga turut terlibat dalam jaringan yang sama.

Modus yang dilakukan Lucky hampir sama, dengan menawarkan pekerjaan legal di restoran kepada calon korban. Namun akhirnya korban malah dipindahkan ke Kamboja untuk dipekerjakan secara ilegal.

Praktik semacam ini disebut telah merugikan banyak warga Indonesia yang berharap bisa memperbaiki nasib di luar negeri.

Viralnya video laporan ini memunculkan respons dari warganet, yang menyerukan agar pemerintah bertindak cepat dan tegas.

“Dengan banyaknya video-video laporan seperti ini menunjukkan kalau mending viral daripada lapor,” tulis akun TikTok @mufidatinnisa67.

“Semoga direspon sama Pak Dedi,” tulis akun TikTok @pecinta.sepi1.

“Semoga pelakunya tertangkap, diviralkan agar tak ada korban lagi,” tulis akun TikTok @user6302703510178.

“Sudah aku share bang, semoga Bapak Gubernur melihat,” tulis akun TikTok @yatiajah33.

Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa perdagangan orang masih menjadi ancaman nyata, bahkan dilakukan oleh orang-orang terdekat. Tak sedikit warga Indonesia tergiur oleh janji manis pekerjaan di luar negeri tanpa menyadari risiko yang mengintai.

Lemahnya pengawasan terhadap praktik rekrutmen tenaga kerja ilegal membuat banyak korban terjebak dalam situasi kerja paksa atau eksploitasi.

Kasus ini juga menjadi bukti betapa pentingnya literasi digital dan kesadaran masyarakat akan bahaya perdagangan orang.

Media sosial kini menjadi alat cepat untuk menyuarakan keadilan dan mendesak penegakan hukum yang lebih tegas.

Jika tidak segera ditangani, praktik semacam ini dapat terus berlangsung dan menciptakan lebih banyak korban. Oleh karena itu perlindungan terhadap warga negara, khususnya calon pekerja migran harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.***


Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X