SketsaNusantara.id - Kabar pengangkatan Hadi Poernomo sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Penerimaan Negara mulai beredar sejak beberapa hari lalu.
Penunjukkan Hadi Poernomo ini diperkuat dengan beredarnya kabar tentang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 45/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Penerimaan Negara.
Penunjukkan mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini menuai sejumlah kontroversi.
Pasalnya, Hadi Poernomo pernah tersandung kasus korupsi hingga berstatus tersangka, meski pun setelah pra-peradilan, status tersebut digugurkan.
Meski pun pihak Istana maupun Kementerian Sekretarian Negara belum memberikan pernyataan apapun, namun pengangkatan Hadi Poernomo sebagai Penasihat Khusus Presiden membuat sosoknya kembali disorot.
Profil Hadi Poernomo
Dikutip dari laman BPK tentang profil ketua dan wakil ketua, Hadi Poernomo lahir di Pamekasan, 21 April 1947.
Meski lahir di Pulau Madura, namun masa kecil Hadi Poernomo dihabiskan di Jember, Jawa Timur.
Sejak SD hingga SMP, pria berusia 68 tahun ini tinggal di Jember hingga akhirnya pindah ke Kediri untuk melanjutkan pendidikan.
Mantan Ketua BPK periode 2009-2014 ini melanjutkan pendidikannya di Jakarta dan berhasil menyelesaikan studinya di Akademi Ajun Akuntan Pajak Dirjen Pajak pada tahun 1969.