news

Apa Itu Cloud Iridescence? Viral Fenomena Pelangi di Atas Awan Terjadi di Pangandaran, Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Ini Penjelasannya

Kamis, 15 Mei 2025 | 10:41 WIB
Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat di Langit Pangandaran ramai jadi sorotan medsos, ternyata punya dampak negatif yang berpengaruh pada perubahan iklim (Instagram/pantai_pangandaran)

Awan-awan ini memiliki struktur yang memungkinkan tetesan air atau kristal es di dalamnya memiliki ukuran yang relatif seragam, yang menjadi kunci utama terjadinya cloud iridescence.

Cloud iridescence terjadi akibat difraksi cahaya matahari. Difraksi adalah fenomena optik di mana cahaya membelok atau menyebar saat melewati partikel kecil, seperti tetesan air atau kristal es di dalam awan.

Ketika sinar matahari mengenai tetesan air atau kristal es yang berukuran seragam, cahaya tersebut terpecah menjadi panjang gelombang yang berbeda, menghasilkan warna-warna pelangi yang terlihat di langit.

Proses ini biasanya terjadi ketika awan berada di dekat posisi matahari di langit, sehingga sinar matahari dapat berinteraksi secara optimal dengan partikel di awan.

Awan yang tipis, seperti awan sirus, sangat mendukung terjadinya fenomena ini karena memungkinkan cahaya matahari menembus dan terdifraksi dengan lebih jelas. 

Selain itu, sudut pandang pengamat juga memengaruhi intensitas warna yang terlihat. Fenomena unik ini sering kali terlihat lebih jelas di pagi atau sore hari, ketika matahari berada pada sudut rendah di langit.

Baca Juga: Fenomena Langka! Gurun di Arab Saudi Pertama Kalinya Diselimuti Salju hingga Dikira Tanda-Tanda Akhir Zaman, Begini Penjelasan Para Ahli

Penampakan awan pelangi di Pangandaran menjadi perbincangan karena jarang ditemui serta tampilannya yang memukau apalagi fenomena ini bersifat sementara dan hanya berlangsung beberapa menit hingga kondisi cahaya atau awan berubah.

Namun, di balik keindahan visualnya fenomena cloud iridescence atau awan pelangi ini menyimpan dampak negatif yang lebih signifikan terhadap lingkungan.

Mengutip dari situs National Geographic Indonesia, kemunculan pelangi di atas awan pelangi ini terkait dengan pembentukan lubang ozon.

Reaksi kimia yang terjadi saat pembentukan awan pelangi dapat memicu proses yang merusak molekul ozon yang berfungsi melindungi Bumi dari radiasi UV matahari.

Dampak dari fenomena ini kemungkinan dapat meningkatkan paparan radiasi UV yang berbahaya bagi kehidupan di Bumi, termasuk mempengaruhi perubahan iklim.

Awan pelangi bisa menjadi indikator kondisi atmosfer dan cuaca di suatu wilayah, meskipun keakuratannya tidak selalu dapat diandalkan.

Kerusakan lapisan ozon dan potensi pengaruhnya terhadap perubahan iklim menjadi isu penting yang masih mendapat perhatian dan penelitian lebih lanjut.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini