Awan-awan ini memiliki struktur yang memungkinkan tetesan air atau kristal es di dalamnya memiliki ukuran yang relatif seragam, yang menjadi kunci utama terjadinya cloud iridescence.
Cloud iridescence terjadi akibat difraksi cahaya matahari. Difraksi adalah fenomena optik di mana cahaya membelok atau menyebar saat melewati partikel kecil, seperti tetesan air atau kristal es di dalam awan.
Ketika sinar matahari mengenai tetesan air atau kristal es yang berukuran seragam, cahaya tersebut terpecah menjadi panjang gelombang yang berbeda, menghasilkan warna-warna pelangi yang terlihat di langit.
Proses ini biasanya terjadi ketika awan berada di dekat posisi matahari di langit, sehingga sinar matahari dapat berinteraksi secara optimal dengan partikel di awan.
Awan yang tipis, seperti awan sirus, sangat mendukung terjadinya fenomena ini karena memungkinkan cahaya matahari menembus dan terdifraksi dengan lebih jelas.
Selain itu, sudut pandang pengamat juga memengaruhi intensitas warna yang terlihat. Fenomena unik ini sering kali terlihat lebih jelas di pagi atau sore hari, ketika matahari berada pada sudut rendah di langit.
Penampakan awan pelangi di Pangandaran menjadi perbincangan karena jarang ditemui serta tampilannya yang memukau apalagi fenomena ini bersifat sementara dan hanya berlangsung beberapa menit hingga kondisi cahaya atau awan berubah.
Namun, di balik keindahan visualnya fenomena cloud iridescence atau awan pelangi ini menyimpan dampak negatif yang lebih signifikan terhadap lingkungan.
Mengutip dari situs National Geographic Indonesia, kemunculan pelangi di atas awan pelangi ini terkait dengan pembentukan lubang ozon.
Reaksi kimia yang terjadi saat pembentukan awan pelangi dapat memicu proses yang merusak molekul ozon yang berfungsi melindungi Bumi dari radiasi UV matahari.
Dampak dari fenomena ini kemungkinan dapat meningkatkan paparan radiasi UV yang berbahaya bagi kehidupan di Bumi, termasuk mempengaruhi perubahan iklim.
Awan pelangi bisa menjadi indikator kondisi atmosfer dan cuaca di suatu wilayah, meskipun keakuratannya tidak selalu dapat diandalkan.
Kerusakan lapisan ozon dan potensi pengaruhnya terhadap perubahan iklim menjadi isu penting yang masih mendapat perhatian dan penelitian lebih lanjut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Heboh Fenomena Awan Berlubang di Jember, Benarkah Pertanda Akan Ada Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
Fenomena Langka Awan Berlubang Hebohkan Masyarakat Jember, Begini Penjelasan Ahli Klimatologi
Viral, Warga Kolaka Heboh Melihat Sosok Bayangan Misterius Melayang Disinari Matahari, Fenomena Aneh Terekam Kamera Ternyata Cuma Fatamorgana?
Penjelasan BMKG Soal Fenomena Pusaran Awan Melingkar di Langit Mojokerto yang Viral hingga Bikin Warganet Khawatir, Berbahaya untuk Penerbangan?
Viral! Gorontalo Diguyur Hujan Jeli yang Bikin Heboh Warga, BMKG Ungkap Fenomena Unik Ini Kemungkinan Akibat Dampak Pencemaran Lingkungan
Kisah Desa di Atas Awan dan Makam Keramat di Lereng Pegunungan Wilis, Ada Ritual Ziarah Bulan Suro yang Menarik Ribuan Peziarah ke Ngliman