SketsaNusantara.id - Belum lama ini, warga di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dihebohkan dengan kemunculan awan pelangi yang terbentuk pada hari Selasa, 13 Mei 2025.
Fenomena alam langka ini mencuri perhatian publik dan tampak indah menghiasi langit. Video yang menangkap keindahan pelangi di atas awan ini pun menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar di medsos, terlihat cahaya berpendar berwarna-warni menyerupai pelangi dan terlihat jelas di atas awan di kawasan Pantai Pangandaran.
Fenomena ini dikenal sebagai cloud iridescence atau awan pelangi yang tak hanya membuat takjub tetapi juga memicu rasa penasaran banyak orang.
"Fenomena langka di atas langit Pangandaran. Cloud iridescence, ada pelangi di atas awan. Pantai ini jadi saksi keajaiban langit menakjubkan," tulis akun Instagram @pantai_pangandaran yang diunggah hari Selasa, 13 Mei 2025.
Lantas, apa Cloud Iridescence? Bagaimana pelangi di atas awan bisa terbentuk dan adakah dampak negatif dari fenomena alam unik ini?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa awan pelangi dalam video viral ini terjadi karena efek pembiasan cahaya oleh air.
"Cloud Iridescence atau dikenal sebagai awan pelangi, terjadi ketika sinar matahari dibiaskan oleh tetesan air di bagian cap/topi/atas dari jenis awan cumulonimbus (bagian ini disebut pileus), sehingga menyebarkan sinar matahari untuk membentuk warna-warna pelangi," kata BMKG dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @infobmkgjuanda.
Terjadinya pembiasan cahaya ini yang menghasilkan tampilan visual berwarna-warni pada awan, mirip dengan spektrum warna pelangi.
Fenomena ini terjadi ketika sinar matahari berinteraksi dengan tetesan air kecil atau kristal es yang ada di dalam awan.
Warna-warni yang muncul biasanya terdiri dari corak merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu, dengan intensitas yang lembut namun memukau.
Fenomena ini sering terlihat pada jenis awan tertentu, seperti awan lentikular, altostratus, altokumulus, atau sirus, yang biasanya berada di ketinggian sedang hingga tinggi.