news

Apa itu Haji Khusus dan Perbedaannya dari Reguler? Ada Sejumlah Keistimewaan yang Wajib Dipahami

Kamis, 15 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, perbedaan antara haji khusus dan haji reguler yang perlu diketahui. (Pexels/Shams Alam Ansari)

SketsaNusantara.id - Gelombang pertama jemaah haji Indonesia mulai tiba di Tanah Suci. Di antara mereka, terdapat 41 jemaah haji khusus yang mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Jemaah haji khusus berbeda dengan haji reguler dalam berbagai aspek. Mulai dari waktu tunggu, jenis pelayanan, hingga fleksibilitas jadwal keberangkatan.

Layanan haji khusus diberikan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari sektor swasta. Namun, pemerintah tetap hadir untuk mengawasi agar pelayanan sesuai kontrak.

Baca Juga: 4 Artis Indonesia Bakal Tunaikan Ibadah Haji Tahun 2025: Ada Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu yang Baru Saja jadi Mualaf

Lantas, apa itu haji khusus? Apa bedanya dengan haji reguler?

Haji khusus, yang juga dikenal dengan istilah ONH Plus, merupakan salah satu skema ibadah haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta, yakni Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Berbeda dengan haji reguler yang sepenuhnya diatur oleh pemerintah, haji khusus memberikan berbagai keunggulan dalam layanan dan jadwal keberangkatan.

Tahun ini, pemerintah Indonesia menetapkan kuota jemaah haji khusus sebanyak 17.680 orang, atau sekitar 8 persen dari total kuota haji nasional. Ketentuan ini merujuk pada Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Baca Juga: Ivan Gunawan Apresiasi Kesungguhan Hati Ruben Onsu yang Baru Mualaf Langsung Berangkat Haji: Baru Login...

Keunggulan utama dari haji khusus terletak pada waktu tunggu yang jauh lebih singkat. Jika jemaah haji reguler harus menunggu hingga 20 tahun, maka calon jemaah haji khusus hanya perlu menunggu antara 5 hingga 7 tahun setelah pendaftaran.

Selain itu, pelayanan untuk jemaah haji khusus juga lebih unggul. Mereka biasanya ditempatkan di hotel-hotel berbintang yang lokasinya lebih dekat ke Masjidil Haram. Jarak akomodasi ini menjadi salah satu daya tarik utama, mengingat kenyamanan dan kemudahan akses selama beribadah menjadi prioritas utama.

“Jadwalnya fleksibel, menggunakan penerbangan reguler tapi kami tetap mengawasi dari kedatangan sampai kepulangan,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir dalam keterangannya, Rabu, 14 Mei 2025.

Baca Juga: Ivan Gunawan tak Sabar Berangkat Haji! Ungkap Persiapan Matang Mulai Awal Mei: Sudah Mulai Dicicil-cicil...

Fleksibilitas ini membuat jemaah haji khusus bisa datang lebih awal, di pertengahan, atau bahkan menjelang puncak ibadah haji seperti wukuf di Arafah. Hal ini sangat berbeda dengan jemaah haji reguler yang keberangkatannya diatur terpusat oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Halaman:

Tags

Terkini