Iyus sendiri merupakan kepala regu sekaligus koordinator para warga sipil yang bekerja dalam proses pemusnahan amunisi apkir itu.
Salim pun mengaku, pekerjaan sebagai buruh pembuka amunisi itu sudah dijalaninya sejak 10 tahun yang lalu.
Ketika ditanya oleh Dedi Mulyadi, ia mengungkapkan fakta lainnya mengenai upah yang diterimanya untuk bekerja sebagai pembongkar amunisi.
“Kalau upah pak, nggak tahu ya ke sananya, kalau ke saya mah dari adik saya cuma Rp150 ribu sehari,” ungkap Salim.
Kakak kandung Iyus dan Anwar ini juga kembali menegaskan, dengan upah Rp150 tibu tersebut ia hanya bertugas membuka amunisi kadaluarsa saja.
Dedi Mulyadi yang penasaran dengan ‘pekerjaan’ Salim dan 2 mendiang adiknya itu pun bertanya cara ketiganya belajar melepas amunisi.
Salim mengaku, ia dan para pekerja lainnya belajar memnbuka amunisi secara otodidak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!