SketsaNusantara.id - Sejumlah fakta baru terkait korban sipil dalam insiden ledakan maut di Garut, Jawa Barat pada Senin, 12 Mei 2025 kemarin mulai bermunculan.
Beberapa perwakilan keluarga korban yang tengah berduka, angkat bicara dan mengungkapkan sejumlah fakta.
Hal tersebut disampaikan para keluarga korban kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang datang berkunjung pada Selasa, 13 Mei 2025.
Dalam kunjungannya tersebut, salah satu anak korban membantah jika mendiang ayahnya mendekati lokasi pemusnahan untuk mencari sisa-sisa besi.
“Bapak saya bukan mulung,” ujar anak salah satu korban kepada Dedi Mulyadi seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube milik Gubernur Jawa Barat periode 2024-2029 itu.
Bahkan, mendiang korban sudah menjalani ‘pekerjaan’ tersebut selama lebih dari 10 tahun.
Hal senada juga diungkap oleh Salom, kakak Iyus dan Anwar, salah satu warga sipil Kampung Cimerak yang tewas dalam ledakan tersebut.
Kepada orang nomor satu di Jawa Barat itu, ia mengungkapkan sejumlah fakta terkait ‘pekerjaan’ yang merenggut nyawa kedya adiknya tersebut.
Salim mengaku ia dan mendiang adiknya bekerja menjadi buruh dalam proses pemusnahan amunisi kadaluarsa milik TNI AD.
“Kebetulan saya sama adik saya kerja di situ. Buruh ngebuka amunisi,” terangnya.