SketsaNusantara.id - Ledakan yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong Garut bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, juga sejumlah pertanyaan bagi publik.
Salah satu hal yang paling disorot yakni 9 korban jiwa yang berasal dari warga sipil.
Publik khususnya pengguna media sosial X pun mempertanyakaan keberadaan sipil dalam proses pemusnahan amunisi kadaluarsa yang merupakan inventaris TNI AD tersebut.
Tak sedikit netizen yang mempertanyakan bagaimana warga sipil berada di dalam lokasi pemusnahan amunisi milik TNI AD tersebut.
Apalagi berdasarkan pernyataan resmi dari Dinas Penerangan TNI AD, sebelum pemusnahan amunisi dilakukan, tim di lapangan telah melakukan pengamanan baik terhadap personel maupun lokasi.
Namun 9 warga sipil yang menjadi korban jiwa dalam ledakan maut tersebut melahirkan banyak asumsi liar di masyarakat,
Netizen juga dikejutkan dengan beredarnya video yang merekam belasan warga yang terekam tengah membongkar sejumlah bahan peledak sebelum terjadi insiden nahas tersebut.
“Situasi sebelum ledakan pemusnahan amunisi kadaluarsa,” cuti akun X @yaniarsim pada 12 Mei 2025.
Namun tudingan tersebut dibantah salah satu keluarga korban yang mengaku mendiang orang tuanya bukan memulung, namun bekerja untuk TNI AD.
Dedi Mulyadi yang datang melayat ke Garut memberikan pernyataan serupa.
Berdasarkan pengakuan keluarga korban kepadanya, Gubernur Jawa Barat periode 2024-2029 ini mengungkapkan bahwa korban ledakan maut yang berasal dari warga sipil merupakan pekerja.