SketsaNusantara.id - Verrell Bramasta kritiki kebijakan Dedi mulyadi yang menuai pro kontra.
Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kebijakan untuk mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer.
Kebijakan Dedi Mulyadi inilah yang menuai pro kontra hingga beragam kritikan, salah satunya dari anggota DPR RI Komisi X Verrell Bramasta.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Tiktok partai yang menaunginya, PAN, Verrell Bramasta turut menyoroti kebijakan tersebut.
"Banyak yang akhirnya bertanya apakah metode ini benar-benar efektif untuk men-tackle akar permasalahan?" ucapnya, dikutip dari akun Tiktok @amanat_nasional.
Menurut Verrell, kenakalan pada anak ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, bukan hanya karena kurang disiplin.
"Kita perlu tahu hal ini lebih mendalam dalam banyak kasus perilaku menyimpang bagi para anak-anak muda atau remaja ini bukan hanya semata-mata karena soal disiplin yang lemah," katanya.
Beberapa faktor lain yang mungkin terjadi diantaranya yaitu tekanan sosial, keluarga, hingga emosional.
barak militer"Tetapi bisa jadi juga ini adalah merupakan manifestasi dari dinamika keluarga, tekanan sosial, atau pun masalah emosional yang belum tertangani," jelasnya.
Dikatakan Verrell bahwa menurutnya dengan mengirimkan anak bermasalah ke barak militer justru akan membentuk anak menjadi sosok yang keras.
"Bila kita hanya mengandalkan pendekatan fisik tanpa menyentuh dimensi psikologis dan spiritual,"