SketsaNusantara.id - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat suara setelah namanya diseret dalam pusaran isu ijazah palsu yang ramai dibahas publik.
Lewat pernyataan terbarunya, mantan nomor 1 di Indonesia itu menegaskan bahwa ijazah miliknya bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan objek kajian sembarangan.
Menurutnya, polemik tersebut sudah kelewat batas karena menyangkut harga diri dan reputasi pribadi.
"Ya ini bukan objek penelitian," ujar Jokowi seperti dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @presidenke_7rijokowidodo.
Setidaknya lima orang telah dilaporkan Jokowi ke pihak kepolisian karena dianggap menyebarkan tudingan palsu soal ijazah miliknya.
Proses hukum kini berjalan dan sedang ditangani sesuai mekanisme yang berlaku.
Isu ini bermula ketika Roy Suryo dan sejumlah individu lain mengklaim bahwa mereka telah menganalisis salinan ijazah Jokowi yang beredar di publik.
Dari situ muncul dugaan, bahwa dokumen pendidikan kepala negara tersebut tidak asli.
Namun, Jokowi menilai tuduhan tersebut bukan hanya menyerang dokumen, tapi juga sudah melukai martabat dirinya secara pribadi.
"Kan sudah menghina saya sehina-hinanya, sudah menuduh ijazah itu ijazah palsu, sudah merendahkan saya serendah-rendahnya," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, sembari menunggu pembuktian di meja hijau.