news

Sungguh Biadab, Seorang Nenek Renta di Cianjur Menjadi Korban Kekerasan, Benarkah akibat Salah Paham?

Rabu, 7 Mei 2025 | 07:39 WIB
Nenek Asyah menaiki mobil Ambulance untuk melakukan visum. (Tangkapan layar video akun x @B3doel___))

 

SketsaNusantara.id - Hari Minggu menjadi hari kelabu bagi Nenek Asyah asal Cianjur, Jawa Barat. Ia harus menderita luka memar di wajah hingga mata memerah akibat kekerasan fisik yang menimpanya.

Nenek berusia 73 tahun itu menjadi korban dari kekerasan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab pada tanggal 4 Mei 2025 kemarin.

Lokasi terjadinya kekerasan berada di Warungkondang Cianjur Jawa Barat, tepatnya di Kampung Legok Desa Bunikasih.

Baca Juga: Seorang Nenek Sangat Semangat Ikutan Nyanyi dan Bergoyang saat Nonton Konser Iwan Fals: Gaul Banget deh…

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram Polres Cianjur @110polrescianjur, Pada Minggu pagi nenek Asyah baru pulang dari Sukabumi untuk mengambil dana pensiunan.

Dalam perjalanan ke rumah anaknya di Cianjur, ia turun dari angkot kemudian dilanjutkan dengan berjalan melewati perkampungan yang kondisi jalan menanjak.

Merasa kelelahan karena sudah renta, nenek Asyah meminta bantuan seorang anak untuk membantunya. Sang anak kemudian berlari menghampiri dan menuntun nenek Asyah.

Baca Juga: Nahas! Sedang Bersantai di Teras, Nenek di Jember Tertembak Peluru Nyasar

Tidak lama kemudian Tiba-tiba ada orang yang meneriaki sebagai penculik dan membawa nenek Asyah, akhirnya terjadi kekerasan berupa pemukulan dan penamparan.

Kejadian ini mendapatkan atensi langsung dari Kapolres Cianjur pada hari Selasa 06 Mei 2025, Nenek Asyah dibawa menggunakan ambulance untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan melakukan visum di RS Bhayangkara Cianjur.

Pihak Satuan Reserse Kriminal juga langsung melakukan penyelidikan serta mengamankan terduga pelaku kekerasan.

Baca Juga: Dituding Sibuk Mondar-Mandir Podcast, Riyuka Bunga Sindir Pedas Heri Horeh: Nenek Gayung Juga Tau!

Dalam operasi pengamanan itu, Polisi berhasil menangkap 1 orang terduga pelaku sementara 1 orang lainnya masih dalam pengejaran. Polisi juga menyatakan akan memproses tuntas dan menangani kasus ini secara profesional.

Halaman:

Tags

Terkini