SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan bantuan yang difokuskan untuk para petani tebu. Tepatnya, untuk para petani tebu Jawa Timur yang berlokasi di Kebun Tebu Prajekan, Kabupaten Bondowoso.
Bantuan tersebut berupa bantuan kredit usaha rakyat khusus atau biasa disebut KURsus. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa bantuan itu merupakan dukungan pemerintah pada sector perkebunan.
Bantuan ini juga mendorong kesejahteraan para petani tebu, sekaligus untuk mencapai dua tujuan lain. Mulai menuju swasembada gula hingga transisi energi hijau melalui bioetanol.
Seperti kita tahu, bioetanol adalah jenis bahan bakar yang dihasilkan dari proses fermentasi biomassa. Misalnya, tanaman yang mengandung gula seperti tebu, jagung, dan ubi kayu.
Bioetanol dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar fosil. Sebab, bisa mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Menurut Khofifah, upaya ini bakal mudah terwujud. Mengingat, Jatim merupakan penghasil gula tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, KURsus ini sudah pas.
Gubernur Khofifah menuturkan, berdasar data 2024, produksi tebu yang digiling pabrik gula Jawa Timur mencapai 16,69 juta ton dari 238.135,6 hectare.
Pihaknya berharap para petani tebu bisa menaikan derajat masing-masing. "Dari buruh tani tebu menjadi pengusaha pangan yang Tangguh dan bermartabat," ucapnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa KURsus hanya digunakan untuk usaha produktif, bukan konsumtif. Setiap kluster petani tebu
dapat melakukan pinjaman dengan rentang Rp 35 juta hingga Rp 100 juta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini