SketsaNusantara.id - Kabar duka kembali menyelimuti dunia politik tanah air. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Alamuddin Dimyati Rois meninggal dunia.
Segenap pimpinan dan anggota DPR RI melalui akun Instagram @dpr_ri turut menyampaikan ucapan belansungkawa dan berduka atas berpulangnya Gus Alam yang merupakan Anggota Komisi IX DPR RI.
Politikus yang akrab disapa Gus Alam itu wafat setelah mengalami kecelakaan Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah pada hari Selasa, 6 Mei 2025.
Gus Alam mengalami cedera serius pada bagian kepala dan sempat menjalani operasi serta perawatan intensif di RS Budi Rahayu Pekalongan sejak hari Jumat, 2 Mei 2025 lalu.
Duka mendalam tak hanya dirasakan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat jemaah Nahdlatul Ulama (NU) yang mengenalnya.
Wafat pada usia 44 tahun, Gus Alam dikenal sebagai politikus, ulama, dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadhilah di Kaliwungu, Kendal, yang sudah menjadi anggota DPR RI selama 3 periode.
Mengenal lebih dekat sosoknya, berikut rekam jejak Alamuddin Dimyati Rois dan prestasinya semasa hidup dihimpun SketsaNusantara.id dari laman Fraksi PKB, NU Online dan berbagai sumber.
Alamuddin Dimyati Rois lahir di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 26 Desember 1980. Ia adalah putra dari ulama KH Dimyati Rois yang dikenal sebagai tokoh agama berpengaruh di Jawa Tengah.
Gus Alam dibesarkan dalam keluarga islami. Sejak kecil ia dibesarkan dengan nilai-nilai agama yang kuat dan erat kaitannya dengan kehidupan religius masyarakat Jawa Tengah.
Tumbuh di lingkungan pesantren, Gus Alam awalnya tak pernah bercita-cita masuk ke dunia politik. Menjadi politikus dianggap sebagai jalan hidup dan sekaligus sebagai pengabdiannya pada masyarakat.
Sebelum masuk dunia politik, Gus Alam aktif di PKB dan pernah menjadi Wakil Ketua Garda Bangsa yang mengurusi bidang kepemudaan di Jawa Tengah, ketika masih menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Diponegoro.