SketsaNusantara.id- Kisah fiksi dalam serial Bid’ah rupanya tidak sepenuhnya rekaan. Sosok Walid yang menjadi pusat cerita ternyata benar-benar ada.
Seorang pria bernama Satriyo mengaku sebagai mantan pengikut sekte sesat, dan pengakuannya membuka tabir kehidupan dalam sebuah sekte yang disebut-sebut memiliki ribuan anggota di berbagai negara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Denny Sumargo pada Senin 5 Mei 2025, Satriyo menyatakan bahwa sekte sesat yang ia ikuti berdiri sejak tahun 1968 dan berasal dari Malaysia.
Satriyo menyebut sekte tersebut sebagai sebuah jemaah yang memiliki struktur sistematis layaknya sebuah negara kecil.
Tidak hanya fokus pada dakwah, jemaah ini juga memiliki sistem pendidikan, ekonomi, hingga hiburan tersendiri seperti musik nasyid.
"Kami menyebutnya jemaah. Bukan sekadar pengajian, tapi sistem hidup yang lengkap dengan ekonomi, pendidikan, bahkan entertainment sendiri," ujar Satriyo.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad: Walid Nak Dewi Boleh? Demam Drama Bidaah Belum Usai, Kini Serang Pendakwah
Dirinya menjelaskan bahwa awal mula jemaah ini hanyalah sekelompok kecil yang mengaji di sebuah rumah bernama RP.
Namun, dalam beberapa dekade, mereka berkembang menjadi komunitas besar yang tersebar hingga ke luar negeri.
Menurutnya, figur Walid yang ditampilkan dalam film "Bid’ah" menggambarkan pendiri jemaah, sosok kharismatik yang disebut "Si A."
Dalam ceritanya, Satriyo menegaskan bahwa Si A dikenal lurus dan sederhana. Namun penyimpangan mulai terjadi ketika sang pemimpin mengalami sakit berat dan tidak bisa lagi berbicara. Kekuasaannya lantas diambil alih oleh salah satu istrinya, yang kemudian memimpin dengan tangan besi.
"Dia disiksa sampai nggak bisa bicara lagi setelah ditangkap pemerintah karena dituduh membentuk negara dalam negara. Tapi penyimpangan terbesar justru dimulai dari istrinya sendiri," jelasnya.