news

Di Tengah Ancaman Tarif Trump, RI-Jepang Kunci Proyek Rp8 Triliun: PM Kishida Antar Surat Penting untuk Prabowo

Senin, 5 Mei 2025 | 18:02 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

SketsaNusantara.id - Situasi perdagangan global sedang tidak stabil. Kebijakan tarif balasan Presiden AS Donald Trump membuat banyak negara gelisah.

Indonesia dan Jepang menjadi dua dari sekian negara yang terdampak langsung. Indonesia dikenakan tarif hingga 32 persen, Jepang 24 persen.

Namun, di tengah tekanan itu, kedua negara justru memperkuat kerja sama. Salah satu langkah konkretnya dilakukan dalam kunjungan PM Jepang ke Indonesia.

Baca Juga: Indorama Asal Purwakarta Investasi Rp33,7 Triliun di AS, Airlangga Ungkap Strategi RI Tawar Balik Tarif Impor Tinggi Trump

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, menyambangi Presiden RI Prabowo Subianto di Bogor. Ia membawa pesan penting tentang proyek energi ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengungkap pertemuan bilateral strategis antara Indonesia dan Jepang di tengah ketegangan global akibat perang dagang. Pertemuan itu berlangsung saat Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bersama delegasinya berkunjung ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Bogor, Minggu, 4 Mei 2025.

Airlangga menyebut, kedatangan PM Kishida bertujuan menyampaikan surat dari PM Jepang sebelumnya, Ishiba, yang berisi dukungan terhadap proyek kerja sama dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Baca Juga: Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto Laporkan Hasil Negosiasi Tarif Dagang Trump dengan Amerika Serikat

"Disampaikan langsung kepada Pak Presiden (Prabowo) dan tentu isinya terkait untuk proyek-proyek AZEC," ujar Airlangga.

AZEC sendiri merupakan inisiatif regional untuk mendorong transisi energi bersih dan rendah karbon di kawasan Asia. Menurut Airlangga, pertemuan tersebut juga membahas kelanjutan dan penguatan berbagai proyek yang sudah dirintis antara kedua negara dalam kerangka tersebut.

Airlangga memaparkan, saat ini Indonesia telah memiliki lebih dari 170 Nota Kesepahaman (MoU) dengan Jepang. Ini menunjukkan kedekatan dan intensitas kerja sama antara dua negara, terutama dalam bidang energi dan lingkungan.

Baca Juga: Menko Airlangga Bantah Pagar Laut Bagian dari Giant Sea Wall, Apa Itu? Mega Proyek Prabowo Senilai Ratusan Triliun

"Besok akan ada penandatangan financial closing terhadap proyek di Muara Laboh, Sumatera Barat, di mana proyek itu adalah 80 MW geothermal dengan investasi sekitar 500 juta dolar (sekitar Rp8.233 triliun)," terangnya.

Proyek geothermal Muara Laboh menjadi salah satu proyek strategis nasional yang digarap dengan dukungan investor Jepang. Dalam kondisi pasar global yang diliputi ketidakpastian, proyek semacam ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan Indonesia-Jepang tetap solid.

Halaman:

Tags

Terkini