Airlangga juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama ini, terutama sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi proteksionis dari AS. Ia merujuk pada tarif balasan atau resiprokal yang diterapkan Presiden Donald Trump terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Jepang.
"Kerja sama Indonesia dengan Jepang ini diharapkan bisa terus ditingkatkan di tengah ketidakpastian akibat kebijakan tarif (Trump)," pungkasnya.
Seperti diketahui, Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh pemerintah AS, sedangkan Jepang mendapat beban tarif sebesar 24 persen. Kondisi ini mendorong negara-negara Asia untuk mencari alternatif kerja sama guna memperkuat perekonomian kawasan.
Dalam konteks itu, proyek-proyek AZEC bisa menjadi solusi strategis. Tak hanya mendukung transisi energi bersih, proyek ini juga membuka lapangan kerja, memperluas investasi, serta memperkuat posisi tawar kawasan Asia dalam ekonomi global.
Kunjungan PM Kishida sekaligus menjadi sinyal bahwa Jepang tetap menempatkan Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara. Sementara bagi pemerintahan baru Prabowo Subianto, kerja sama ini menjadi awal dari arah baru kebijakan luar negeri yang proaktif dan berbasis kepentingan nasional.
Dengan 170 MoU aktif, proyek energi bersih senilai triliunan rupiah, dan dukungan politik dari Jepang, Indonesia tampaknya tengah menegaskan posisinya sebagai pemain penting dalam tatanan ekonomi regional yang baru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral di X Susunan Plt hingga Ketum Golkar Pengganti Airlangga, Nama Gibran, Bahlil Lahadalia dan Agus Gumiwang Masuk?
Tak Ada Paksaan! Ridwan Hisjam Sebut Airlangga Sudah Seharusnya Mundur dari Ketua Umum Golkar Sejak Dulu, Ternyata Karena Alasan Krusial Ini...
Jadi Plt Ketum Golkar, Inilah Profil Agus Gumiwang Kartasasmita, Loyalis Jokowi Pengganti Airlangga Hartarto
Mencengangkan! Inilah Analisa Tajam Rocky Gerung Terhadap Mundurnya Airlangga dari Ketum Golkar Tanpa Perlawanan
Digunakan sebagai Kolam Suci Raja Airlangga, Bangunan Candi di Mojokerto Dibangun pada 899 Saka