SketsaNusantara.id - Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, menjadi sorotan publik usai namanya termasuk dalam daftar 135 calon yang akan menjadi pemimpin baru Vatikan.
Vatikan kini tengah bersiap melaksanakan konklaf, prosesi sakral untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.
Dari ratusan kardinal dari berbagai negara yang akan mengikuti proses ini, nama Ignatius Suharyo jadi satu-satunya wakil Indonesia yang ikut masuk sebagai calon yang memenuhi syarat (usia di bawah 80 tahun).
Kardinal Suharyo bertandang dari Jakarta dan sudah tiba di Roma, Italia untuk mengikuti konklaf dijadwalkan akan dimulai pada hari Rabu, 7 Mei 2025 mendatang.
Sebagai satu-satunya kardinal Indonesia yang ikut konklaf di Vatikan, kehadiran Kardinal Suharyo mendapat banyak dukungan, terutama dari umat Katolik di Tanah Air.
Dalam video yang beredar di media sosial, kedatangan Kardinal Suharyo di Roma disambut dengan doa dan dukungan dari umat Katolik Tanah Air.
Mengenal lebih dekat Ignatius Suharyo, berikut profil singkat dan beberapa fakta menarik mengenai Uskup Agung dari Indonesia yang berpeluang jadi calon Paus Vatikan yang bari dihimpun SketsaNusantara.id dari akun Instagram @mgr.ignatius.suharyo dan berbagai sumber.
1. Lahir di Bantul, Yogyakarta
Ignatius Suharyo lahir pada 9 Juli 1950 di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dari pasangan Florentinus Amir Hardjodisastra, seorang pegawai Dinas Pengairan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Theodora Murni Hardjadisastra.
Sebagai anak ketujuh dari sepuluh bersaudara, Suharyo dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat.
Kakaknya adalah rahib imam di Temanggung, Jawa Tengah, begitu pula dengan dua orang saudarinya yang menjadi biarawati.
2. Akademisi yang Menempuh Pendidikan Teologi di Roma, Italia