SketsaNusantara.id - Dunia perlindungan satwa langka secara berurutan sedang mencetak sejarah baru.
Setelah kelahiran dua anak harimau sumatera pada beberapa waktu lalu, kabar bahagia lain pun ikut menghampiri, yakni penemuan jejak Badak Hawa seperti yang diumumkan Kementrian Kehutanan melalui akun Instagramnya.
Penemuan jejak Badak Jawa ini menjadi momen bersejarah bagi tim kerja konservasi dan pengawasan satwa liar dalam melindungi, mengamankan serta menjaga kelestarian hewan langka di Indonesia.
Sebagai informasi, Badak Jawa termasuk dalam kategori satwa langka yang dilindungi dan terancam punah.
Badak Jawa bahkan termasuk ke dalam Appendix I CITES oleh IUCN, yang artinya satwa endemik Indonesia ini sangat terancam punah.
Mengutip dari postingan Instagram Kementerian Kehutanan @kemenhut, jejak Badak Jawa pertama kali teridentifikasi pada 30 Maret 2025 melalui jangkauan kamera pemantau.
Pada saat itu terlihat seekor induk badak dan anak betina yang diperkirakan berusia lebih dari 2 tahun melintas di depan kamera.
Selanjutnya, individu kedua kembali terekam empat hari setelah temuan pertama, tepatnya di tanggal 3 April 2025.
Berbeda dengan individu pertama, kali ini terlihat jejak badak jantan usia remaja dengan kisaran di atas 3 tahun dan masih terpantau di lokasi yang sama.