news

Dugaan Matahari Kembar Merebak di Kasus Tarik Ulur Jabatan Letjen Kunto Arief Wibowo, Begini Tanggapan Pakar Militer dan Politik

Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:44 WIB
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dan Selamat Ginting. (Instagram Slamet Ginting @sgintingofficial dan Kogabwilhan1 @kogab.wilhan1 )

SketsaNusantara.id - Keputusan tarik ulur jabatan militer yang disematkan kepada Letjen. Kunto Arief Wibowo menguatkan dugaan adanya matahari kembar di pucuk pimpinan negara RI.

Selamat Ginting, seorang pengamat, analis politik dan militer dari UNAS Jakarta, memberikan pendapatnya tentang hal ini lewat kanal Youtube Refly Harun, seorang ahli hukum tata negara RI.

Letjen. Kunto Arief Wibowo yang tadinya adalah Pangkogabwilhan 1 (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) area 1, mendadak dimutasi menjadi Staf Khusus di TNI Angkatan Darat. Satu posisi non jabatan (nonjob) yang tidak berpengaruh alias masuk kotak.

Baca Juga: Listrik Padam di Pulau Bali Bikin Chaos, Warganet Teringat Pernyataan Dharma Pongrekun yang Bikin Merinding, Prediksinya Kini Terbukti?

Sebuah keputusan yang dibacakan oleh Kapuspen TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, No. 554/IV/2025 pada 2 Mei 2025 telah menguatkan dan mengkonfirmasi status ini.

Namun di hari berikutnya beredar informasi bahwa keputusan mutasi jenderal bintang 2 ini dibatalkan lewat Surat Keputusan No. 554.a/IV/2025.

Dugaan matahari kembar pun semakin deras bergulir di tengah masyarakat yang sebagian besar mengecam keputusan mutasi tersebut.

Baca Juga: Disegel Pemkot Surabaya, Gudang CV Sentosa Seal Milik Jan Hwa Diana Masih Beroperasi? Warga Bongkar Aktivitas Mencurigakan

Apalagi jabatan Pangkogabwilhan 1 yang dijabat oleh Letjen Kunto Arief Wibowo digantikan oleh Letjen Ersan (Laksda TNI) yang diketahui adalah mantan Dandim Solo, Komandan Paspampres, lalu ajudan yang beririsan langsung dengan Jokowi.

Selamat Ginting mengungkapkan bahwa ada dugaan adu kekuatan di antara para elit militer yang adalah orang-orang Jokowi dan masih bercokol di beberapa jabatan penting TNI.

Dia pun memperkirakan bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya Surat Petisi para mantan jenderal yang mendukung program astacita yang diusung Prabowo kecuali IKN yang berhubungan dengan Jokowi.

Baca Juga: 5 Fakta Tragedi Pemuda Jember yang Dikabarkan Hilang Saat Mendaki Gunung Saeng: Kronologi hingga Penemuan Korban dalam Keadaan Tak Bernyawa

Kelompok purnawirawan jenderal yang salah satu anggotanya ada Jend Try Sutrisno, ayah kandung dari Letjen Kunto Arief Wibowo.

“Prabowo membiarkan apa yang diputuskan oleh kalangan elit militer yang telah diambil kemarin. Tapi melihat reaksi negatif publik atas keputusan ini, baru dia mengambil langkah setelahnya. Prabowo sekaligus menguji loyalitas dari para pemangku jabatan dari orang-orang titipan Jokowi yang berada di elit militer ini dan apakah bisa diteruskan apa tidak,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini