2. Proses Pencarian Tim SAR
Tim penyelamat gabungan, terdiri dari SAR BPBD, Basarnas Jember, relawan, TNI, Polri, Wanadri, Pokdarwis Gunung Saeng dan relawan, segera dikerahkan untuk mencari Baim setelah menerima laporan.
Pencarian dimulai pada mulai sore hari yang terkendala hujan intensitas sedang, kabut tebal, apalagi melewati medan berbatu serta berpasir yang ekstrem.
Lokasi jatuh Baim di jurang membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam dalam cuaca cerah. Pencarian berlangsung intens hingga malam dan dilanjutkan pada hari Jumat pagi, 2 Mei 2025.
3. Penemuan Baim dan Kondisinya
Sekitar 24 jam pencarian, korban akhirnya ditemukan yang berada sekitar 150 meter dari titik jatuhnya.
Tim SAR menemukan Baim di celah tebing pada kedalaman sekitar 150 meter. Sayangnya, Baim ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan jazad yang berada di antara celah tebing.
Kabar ini dikonfirmasi oleh Koordinator Pos Basarnas Jember. Proses penyelamatan cukup sulit membuat para relawan dan tim SAR gabungan agak sulit memeriksa kondisi Baim saat pertama kali ditemukan.
Dalam video yang diunggah akun @jember.keras, proses pencarian sebelumnya sempat dilakukan dengan bantuan drone hingga ditemukan survivor tergeletak di jurang sedalam 150 meter.
4. Proses Evakuasi Terhambat Karena Cuaca Buruk
Evakuasi Baim menghadapi kendala signifikan. Medan terjal, jurang curam, dan cuaca hujan menyulitkan tim SAR.
Alhasil, proses evakuasi sempat tertunda dan dilanjutkan pada Jumat sore karena kondisi cuaca memburuk, dan baru bisa dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi, 3 Mei 2025.
"Saat ini kawasan Gunung Saeng dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Medannya terjal dan cuaca hujan, ditambah kabut tebal dengan angin cukup kencang, sangat beresiko tinggi dalam proses evakuasi," kata Jatmika, anggota Basarnas Pos Jember dikutip dari akun Instagram @jember.keras.