SketsaNusantara.id - Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember mengambil kebijakan, agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dianjurkan melakukan kunjungan industri.
Hal ini disampaikan oleh Kacabdin Wilayah Jember Sugeng Trianto, saat dikonfirmasi, Jumat 5 Mei 2025.
Sekolah vokasi atau SMK ini menjadi salah satu pendidikan dengan keterampilan, yang dipersiapkan langsung memasuki dunia kerja.
"Sehingga hal ini sangat sesuai dengan regulasi pendidikan vokasi secara nasional," ujarnya.
Ia menjelaskan, kunjungan industri ini sebagai langkah untuk menjawab tantangan dunia kerja, agar keterampilannya makin terasah.
"Berdasarkan Permendikbud no 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional SMK, yang mendorong penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia kerja," imbuhnya.
"Jadi ini selaras dengan program revitalisasi SMK dan SMK Pusat Keunggulan, yang menempatkan kunjungan industri sebagai bagian pembelajaran kontekstual bagi siswa," jelasnya.
Dengan adanya kunjungan industri ini, pihaknya juga menegaskan bahwa wawasan di dunia industri, lingkungan kerja yang profesional harus dikenalkan sejak dini.
"Pasti sedikit banyak akan berdampak pada tumbuhnya sikap kerja, kedisiplinan, etika industri sejak dini," pungkasnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kasi SMK Cabdin Wilayah Jember Muh Khotib menegaskan bahwa, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan kunjungan industri ini.
"Ya harus ada persetujuan tertulis dari orang tua atau wali siswanya, kemudian perizinan dari satuan pendidikan dan juga harus ada pendamping yakni gurunya," ungkapnya.