Kedua orang tua Ki Hajar Dewantara merupakan bangsawan Pura Pakualaman Yogyakarta.
Sang ayah adalah anak dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paki Alam III.
Pendidikan
Memiliki darah Kerajaan Mataram, Ki Hajar Dewantara mendapatkan privilage sehingga bisa merasakan pendidikan formal di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah setingkat SD yang diperuntukkan bagi anak-anak Eropa.
Ki Hajar Dewantara juga pernah mengenyam pendidikan di Kweek School Yogyakarta sebelum akhirnya sekolah di STOVIA di Jakarta yang dikenal sebagai Sekolah Dokter Jawa.
Sayangnya, karena masalah kesehatan, Ki Hajar Dewantara tak bisa menyelesaikan pendidikannya di STOVIA.
Karier
Gagal jadi dokter, Ki Hajar Dewantara belajar sebagai analis dalam laboratorium Pabrik Gula Kalibagor di Banyumas.
Setahun kemudian ia menjadi pembantu apotekerdi salah satu apotek di Malioboro.
Di saat bersamaan, ia menyambi sebagai jurnalis di surat kabar Sedyotomo, Midden Java dan De Express.
Setahun berkecimpung di dunia jurnalitik, Ki Hajar Dewantara masuk ke dunia politik dengan menjadi anggota Indische Partij , partai politik pertama di Hindia Belanda.
Bersama sahabatnya, dr. Cipto Mangunkusumo ia kemudian mendirikan Komite Bumi Putera.
Dibuang ke Belanda