news

5 Fakta Hari Buruh 1 Mei di Indonesia, Sempat Dilarang saat Orde Baru hingga Hubungannya dengan Organisasi Sayap PKI

Kamis, 1 Mei 2025 | 09:43 WIB
Ilustrasai fakta fakta peringatan Hari Buruh 1 Mei di Indonesia (Freepik)

Bahkan pemerintah saat itu dinilai cukup memihak organisasi sayap PKI SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia).

Tak hanya itu, keterkaitan buruh dengan PKI juga pernah disinggung Menteri Perburuhan Awaloeddin Djamin dalam autobigrafinya berjudul Pengalaman Seorang Perwira Polri: Awaloeddin Djamin yang terbit tahun 1995.

Baca Juga: Hari Buruh Internasional 1 Mei Libur? Cek Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2025, Update Resmi SKB 3 Menteri

Awaloeddin menyebutkan, Perayaan Hari Buruh pada 1965-1966 selalu didominasi oleh SOBSI/PKI.

4. Buruh Diganti dengan Karyawan

Menyusul pelarangan Hari Buruh, pemerintah Orde Baru juga pelan-pelan mengganti istilah buruh dengan karyawan.

Sejumlah sumber menyebutkan, bagi presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun ini, kata buruh identik dengan kelompok komunis.

Hingga akhirnya istilah karyawan digunakan dan populer sampai saat ini.

5. Lahir Hari Pekerja Nasional

Usai menghapus peringatan Hari Buruh dan membubarkan SOBSI, pemerintahan Soeharto kemudian menetapkan 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional yang dianggap sebagai pengganti Hari Buruh.

Hal tesebut disampaikan Soeharto sebagaimana dikutip dalam buku Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita, Buku IV 1976-1978 yang diterbutkan Antara Pustaka Utama tahun 2008 lalu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini