Bahkan pemerintah saat itu dinilai cukup memihak organisasi sayap PKI SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia).
Tak hanya itu, keterkaitan buruh dengan PKI juga pernah disinggung Menteri Perburuhan Awaloeddin Djamin dalam autobigrafinya berjudul Pengalaman Seorang Perwira Polri: Awaloeddin Djamin yang terbit tahun 1995.
Awaloeddin menyebutkan, Perayaan Hari Buruh pada 1965-1966 selalu didominasi oleh SOBSI/PKI.
4. Buruh Diganti dengan Karyawan
Menyusul pelarangan Hari Buruh, pemerintah Orde Baru juga pelan-pelan mengganti istilah buruh dengan karyawan.
Sejumlah sumber menyebutkan, bagi presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun ini, kata buruh identik dengan kelompok komunis.
Hingga akhirnya istilah karyawan digunakan dan populer sampai saat ini.
5. Lahir Hari Pekerja Nasional
Usai menghapus peringatan Hari Buruh dan membubarkan SOBSI, pemerintahan Soeharto kemudian menetapkan 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional yang dianggap sebagai pengganti Hari Buruh.
Hal tesebut disampaikan Soeharto sebagaimana dikutip dalam buku Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita, Buku IV 1976-1978 yang diterbutkan Antara Pustaka Utama tahun 2008 lalu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!