Hingga saat ini, aksi demo kerap digelar pada 1 Mei sekaligus menjadi momen untuk menyuarakan hak-hak buruh.
2. Dilarang pada saat Orde Baru
Peralihan pemerintahan dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto mempengaruhi peringatan Hari Buruh.
Setelah dilantik sebagai presiden pada 12 Maret 1967, Soeharto kemudian melarang peringatan Hari Buruh pada 1 Mei.
Alasan pemerintahan Soeharto atau yang dikenal dengan nama Orde Baru melarang peringatan Hari Buruh karena dinilai identik dengan ideologi komunis yang saat itu dilarang.
Selain itu, sumber lain menyebutkan alasan Soeharto menghapus peringatan Hari Buruh yakni karena tidak sesuai deengan perkembangan saat itu.
Hari Buruh 1 Mei juga dianggap berkaitan dengan Leninisme dan Marxisme yang pada saat itu kegiatannya sudah dilarang.
Melalui Menteri Perburuhan saat itu, Awaloeddin Djamin, Hari Buruh 1 Mei tak lagi diperingati.
Soeharto pun secara resmi menghapus Hari Buruh 1 Mei pada April 1968.
3. Dikaitkan dengan Organisasi Sayap PKI
Secara politis, Hari Buruh sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada masa pemerintahan Soekarno, buruh menjadi salah satu isu serius yang mendapatkan perhatian khusus.