news

Kisah Sukses Pengusaha Profil Beton, Kembangkan Usaha dengan Modal dari BRI dan Miliki 47 Karyawan

Rabu, 30 April 2025 | 13:10 WIB
Dua orang pekerja sedang menyelesaikan pekerjaannya untuk membuat profil beton di Dusun Caben, Sumber Teguh, Kudu Jombang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

Baca Juga: Dukung UMKM, BRI Salurkan Rp42,23 Triliun hingga Akhir Maret 2025 untuk Ratusan Ribu Pengusaha Kelas Mikro sampai Menengah

“Akhirnya kendaraan pengangkut saya itu saya jual dan saya ganti kendaraan yang lebih muda di tahun 2013. Kalau memakai kendaraan yang lama jangkauannya tidak bisa jauh,” jelasnya.

Jika ada pengiriman barang, baik dalam kota maupun luar kota, Wito mengemudikan sendiri. Hal itu dilakoninya hingga 2015. “Saya merekrut sopir untuk kebutuhan pengiriman barang. Selama ini saya sopiri sendiri, Mas. Sejak ada sopir saya mengurangi kegiatan di lapangan. Saya hanya memobilisasi teman-teman saja,” kata dia.

Untuk menunjang pekerjaan, pada tahun itu Wito mengganti lagi kendaraannya. Selang satu tahun, kendaraan pengangut barang milik Wito diperbarui lagi.

Atas kegigihannya mengelola usaha, kurun waktu antara tahun 2015 hingga 2017, Wito pernah digandeng oleh perusahaan pengembang proyek perumahan. Perusahaan tersebut merupakan sub kontraktor dari Wika, perusahaan plat merah yang bergerak dalam bidang pengerjaan proyek fisik.

Baca Juga: Berkat Pinjaman BRI, Pengusaha Rice Huller Ini Produksi Beras Hingga 60 Ton per Hari

“Saat itu saya sebagai supplier profil beton. Pernah saya ditawari oleh Wika untuk mensuplei bahan ke luar pulau. Saya tolak karena anak saya waktu itu masih kecil. Paling jauh itu saya mengejakan proyek di Rembang, Jawa Tengah,” ujar pria lulusan SMK ini.

Hasilnya, ia mampu membeli kendaraan pribadi untuk menunjang mobilisasi di lapangan.

Efek dari usaha yang dikelola Wito berdampak pada penambahan tenaga kerja yang merupakan sebagian besar adalah tetangganya sendiri. Pada tahun 2022, Wito memiliki karyawan sebanyak 47 orang.

“12 orang bagian produksi, dan 35 orang khusus untuk pengerjaan di lapangan,” ungkapnya.

Wito menunjukkan GRC (glass reinforced concrete) produk buatannya berupa kubah masjid yang belum dirangkai. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

Mengenai keuntungan dari usaha yang digeluti, Wito tidak bisa merincinya. Dia beralasan, pekerjaan tersebut sistemnya adalah modal sendiri yang diputar dari proyek satu ke proyek lainnya.

“Saya tida bisa merinci. Karena kalau ada pekerjaan di satu tempat misalkan, hasilnya untuk pengerjaan di tempat lain. Padahal pekerjaan yang pertama tadi belum selesai,” jelas Wito.

Yang jelas, kata dia, selama menggeluti pekerjaan ini, aset yang ia miliki terus bertambah. Terutama kebutuhan penunjang dalam pekerjaannya seperti kendaraan dan jumlah karyawan yang menurut dia tidak sedikit.

Wito menandaskan, atas pinjaman yang ia terima dari BRI di tahun 2008 silam, ia sangat bersyukur. “Saya sangat bersyukur. Meski hanya sekali dapat pinjaman BRI, modal tersebut hingga sekarang bisa berkembang,” ungkap Wito.

Halaman:

Tags

Terkini