news

Menjadi Agen BRILink, Pria di Jombang Terima Penghasilan Melebihi UMK

Rabu, 30 April 2025 | 00:00 WIB
Andre Eko Hariadi (kanan) sedang melayani jasa transaksi keuangan agen BRILink miliknya di Dusun/Desa Mangunan, Kabuh, Jombang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberi kesempatan bagi semua warga untuk mendapat keuntungan tambahan. Salah satunya memperluas layanan keuangan kepada warga untuk melakukan pelayanan transaksi keuangan dengan bergabung menjadi agen BRILink.

Tujuan utama adanya adanya agen BRILink adalah mempermudah warga, terutama yang tinggal di pelosok, jauh dari akses perbankan, agar tidak lagi menjadi kendala dalam bertransaksi.

Andre Eko Hariadi (39) adalah salah satu dari ribuan pelaku agen BRILink di Jombang. Sebagai Agen BRILink, Andre, sapaan akrabnya, terbilang masih baru. Warga Dusun/Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh ini bergabung sebagai agen BRILink sejak 2022.

Baca Juga: Bermitra Menjadi Agen BRILink, Toserba ini Suguhkan Semua Layanan Perbankan

Andre menjadi satu-satunya agen BRILink di daerahnya, mencakup beberapa desa yang kemudian menjadi pelanggan setia bertransaksi di BRILink miliknya.

Diawali pelayanan kemudahan mencairkan bantuan PKH dan BLT untuk masyarakat sekitar.

“Dulu awal-awal saya hanya menerima pelayanan pencarian bantuan PKH dan BLT. Rata-rata mereka yang mendapat  program itu adalah orang tua. Mereka merasa kesulitan untuk mencairkan uangnya ke ATM,” ujarnya kepada SketsaNusantara.id, Selasa 29 April 2025.

Lambat laun agen BRILink yang ia kelola mulai dikenal. Andre kerap melayani transaksi para tengkulak padi. “Di wilayah tempat tinggal saya, hanya di tempat saya yang ada agen BRILink. Jadi saat panen raya tiba, saya pasti kebanjiran pelanggan untuk transaksi dari para tengkulak dari luar kota,” ungkap dia.

Baca Juga: Bermitra dengan BRI, Pemilik Agen BRILink Ini Sering Gagalkan Aksi Penipuan

Diketahui Andre, selain tetangganya, pelanggan yang menggunakan jasa layanan keuangannya berasal dari desa yang ada di Kecamatan Plandaan. Seperti Sumberjo dan Jipurapah. Kalau pelanggan di Kecamatan Kabuh, dari Desa Tanjung Wadung dan Marmoyo.

“Saat panen raya, perputaran transaksi saya bisa sampai mencapai Rp 200 juta rupiah per hari, dengan kalkulasi sampai 100 proses transaksi. Di hari biasa cuma 20 an transaksi,” ujarnya dengan nada bersemangat.

Ia pun menceritakan pengalaman pertama saat bermitra menjadi agen BRILink. Saat itu, transaksi hanya dengan menggunakan ponsel melalui aplikasi mobile BRILink. “Saat menggunakan mobile BRILink kekurangannya saya tidak bisa melayani transaksi tarik tunai dengan kartu ATM,” terang dia.

“Selang beberapa waktu kemudian, dari hasil evaluasi dan grafik BRILink saya dinilai naik, saya dikasih mesin EDC (electronic data capture) untuk kemudahan transaksi. Mesin itu baru saya terima di bulan ke enam sejak saya bergabung sebagai agen BRILink,” tambah Andre.

Baca Juga: Tak Sekedar Cari Untung, Agen BRILink Ini Merasa Bahagia Beri Layanan Perbankan Mudah dan Cepat Bagi Masyarakat Pedesaan

Sebelum mengawali usaha Toko ATK, pria ini meniti karir sebagai karyawan swasta di kota Pekanbaru. Di tahun 2020 ia kembali pulang ke Jombang dan mulai merintis usaha toko ATK di rumahnya. Dua tahun berjalan, membaca peluang usaha, ia lantas bermitra dengan BRI untuk menjadi agen BRILink.

Halaman:

Tags

Terkini