news

Selain Zarof Ricar, Kejagung Tetapkan Hakim Non Aktif PN Surabaya Heru Hanindyo sebagai Tersangka Kasus Pencucian Uang

Selasa, 29 April 2025 | 11:49 WIB
heru hanindyo, eks Hakim PN Surabaya kembali sandang status tersangka dalam kasus TPPU (x.com/@MDH__SNA)

 

SketsaNusantara.id - Heru Hanindyo, hakim non aktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.

Heru Hanindyo ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 April 2025 lalu.

Penetapan Heru Hanindyo sebagai tersangka kasus pencucian uang diungkap Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar pada Senin, 28 April 2025.

Baca Juga: Profil Zarof Ricar, Eks Pejabat Mahkamah Agung Tersangka Kasus Suap Vonis Bebas Ronald Tannur dan Pencucian Uang, Pernah Jadi Produser Film?

“Penetapan tersangka HH sejak tanggal 10 April 2025 dalam perkara tindak pidana pencucian uang,” tutur Harli Siregar kepada Wartawan.

Pada kesempatan tersebut, Harli Siregar juga mengungkapkan status tersangka atas Zarof Ricar.

Mantan pejabat Mahkamah Agung tersebut ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan Heru Hanindyo yakni pada 10 April 2025.

Baca Juga: Zarof Ricar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang, Kejagung Blokir Aset Mantan Pejabat Mahkamah Agung Tersebut

Kejagung menjerat Heru Hanindyo dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Sebelumnya, Heru Hanindyo juga telah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur.

Dalam kasus tersebut, jaksa meyakini Heru Hanindyo melanggar Pasal 6 ayat 2 dan Pasal 12B juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga: Siapa Heru Hanindyo? Inilah Perjalanan Karir dan Harta Kekayaan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang Ditangkap Atas Vonis Bebas Ronald Tannur

Ia pun dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Halaman:

Tags

Terkini