news

Tak Dukung Pemakzulan Wapres, Surya Paloh Panen Kritik Usai Sebut Gibran Tak Ada Skandal: Padahal Pernah Langgar Konstitusi Jalur 'Paman' di MK

Senin, 28 April 2025 | 07:00 WIB
Surya Paloh dukung Prabowo-Gibran, tak setuju dengan usulan Purnawirawan TNI makzulkan Wapres (Instagram/gerindra)

"Saya sendiri juga tidak setuju, kenapa aturan (syarat batas usia) ini diubah menjelang Pilpres 2024? Putusan MK ini jadi konflik kepentingan untuk melanggengkan dinasti politik, jelas tidak adil," tandasnya.

Baca Juga: BUMN Dalam Cengkeraman Keluarga Jokowi, Jabatan Strategis dan Gaji Sexy, Praktik Dinasti Politik?

"Faktanya juga banyak yang tidak suka dengan kualitas kinerja Para generasi muda kecewa, mahasiswa juga kecewa, orang-orang di PHK juga kecewa karena tidak terlihat insiatif tindakan Gibran dalam memecahkan masalahnya. Di sini harus diakui pula usulan Purnawirawan TNI itu mewakili kegundahan masyarakat di masa sekarang," pungkas Usman.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arie Sudjito, menambahkan bahwa usulan pemakzulan mencerminkan keresahan masyarakat terhadap legitimasi Gibran sebagai Wapres.

"Pengalaman Gibran masih belum mumpuni, dan masuknya dia ke panggung nasional lebih karena nama besar Jokowi, bukan karena prestasi," katanya.

Baca Juga: Pernah Disinggung Anies Baswedan, Apa Itu Meritokrasi? Ini Dampak bagi Pemimpin Negara yang Berikan Promosi Jabatan Berdasarkan Koneksi Bukan Prestasi

Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto menanggapi soal tuntutan Purnawirawan TNI yang meminta MPR mengganti Wapres Gibran.

Wiranto selaku Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan menyatakan bahwa Presiden akan mempelajari lebih lanjut mengenai usulan reshuffle kabinet dan pemakzulan Gibran melalui proses hukum yang jelas, bukan sekadar tekanan politik.

"Harus banyak sumber-sumber lain yang harus didengarkan dan juga beliau memberi keputusan bukan hanya fokus kepada satu bidang karena banyak hal lain yang harus dipertimbangkan presiden sebelum mengambil keputusan," kata Wiranto dalam konferensi pers dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada hari Kamis, 24 April 2025.

"Inilah sikap presiden, bukan mengacaukan, tapi tetap menghargai, karena arena masalah-masalah ini sangat fundamental dan tidak ringan sehingga delapan poin itu, (termasuk soal Gibran) sedang dipelajari satu per satu sebelum ambil keputusan," pungkasnya.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

 

Halaman:

Tags

Terkini