"Jika aku tidak menikahimu, aku akan menjadi pendeta," tulis Jorge dalam suratnya untuk Amalia.
Ia bahkan membuatkan rumah kayu kecil beratap merah. Jorge menunjukkan keseriusannya untuk bisa membeli rumah sebagai tempat tinggalnya kelak dengan Amalia.
"Ini yang akan aku beli saat kita nanti menikah," kata Jorge dalam suratnya.
Namun sayangnya, orang tua Amalia menentang hubungan mereka.
Melihat respon orang tuanya, Amalia pun menolak perasaan Jorge yang membuat hubungan keduanya kandas.
Jorge beserta keluarganya pindah dari tempat tinggalnya saat itu.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Paus Fransiskus menekuni beberapa pekerjaan mulai dari staf kebersihan hingga jadi teknisi laboratorium kimia.
Lika-liku hidupnya termasuk perasaannya yang ditolak hingga sembuh dari penyakit, membuat Jorge semakin dekat dengan Tuhan dan akhirnya terpanggil hatinya untuk menjadi pelayan Kristus.
Kisah ini mencuri perhatian publik termasuk warganet di Indonesia dan mengundang beragam komentar di media sosial yang mengenang Paus Fransiskus setelah kepergiannya.
Netizen menyebut kisah percintaan Paus Fransiskus dengan Amalia menjadi salah satu jalan agar bisa dekat dengan Tuhan.
Selain itu, netizen lainnya juga menyebut kisah percintaan Paus Fransiskus berbeda dengan yang diceritakan dalam sebuah film.