2. Siap Membawa Kasus ke Amnesty International
Selain itu, dokter Tifa tak gentar dan siap membawa isu ini ke ranah internasional. Ia juga mengingatkan masalah ini bahkan sudah dilirik OOCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project) dan bakal lanjut ke ICC (International Criminal Court).
"Apakah JKW (jokowi) siap jika kasus Ijazah dibawa ke Digital Forensic Internasional lanjut ke Amnesty International? Karena Para Akademisi yang mempertanyakan secara ilmiah malah dikriminalisasi," sambung Dokter Tifa.
"Jangan lupa laporan sudah masuk ke OCCRP tinggal lanjut ke ICC," tandasnya.
Langkah ini menunjukkan tekad dokter Tifa untuk mencari keadilan dan mendapat dukungan dari warganet yang menyebutnya sebagai perlawanan terhadap "akal licik Mulyono".
3. Kebenaran Tak Bisa Dihentikan
Dokter Tifa juga menegaskan sikapnya untuk terus menguak kebenaran dan tak bisa dihentikan hanya karena dilaporkan ke polisi. Ia juga mengultimatum Jokowi yang bersiap "tergulung dalam kebohongannya sendiri".
"“Kalau saya, Dokter Tifa, Doktor @KRMTRoySuryo2, Doktor @SianiparRismon, dikriminalisasi oleh MULYONO, maka akan muncul Tifa-Tifa lain, Roy-Roy lain, Rismon-Rismon lain," tulis dokter Tifa.
"Sekali Allah membuka keran Kebenaran, TIDAK ADA satupun orang yang bisa menghentikannya!" tandasnya.
"Anak-anak muda sekarang jenius, mereka semua penguasa teknologi yang akan menguak takbir kebohongan di negeri ini. MULYONO, siap-siap kau tergulung kebohonganmu sendiri!" tegas dokter Tifa.
4. Ungkap Ijazah Jokowi yang Diduga Baru Dibuat pada 2018
Tak hanya itu, dokter Tifa juga membongkar kecurigaan baru yang menunjukkan bahwa Ijazah Jokowi baru dibuat pada tahun 2018 lalu. Ia mengunggah video digital forensik ijazah Joko Widodo yang ditelusuri dari hasil web scraping.
"Silahkan dicermati baik-baik, melalui hasi Web Scraping, Ijazah Jokowi baru diunggah pada 1 Februari 2019, dan DIBUAT TAHUN 2018!" ungkap Dokter Tifa dalam unggahan video berdurasi 2 menit.