Di wilayah timur seperti Amerika, triple conjunction ini akan terlihat jelas seperti "smiley face".
Hal ini dikarenakan bulan sabit bagian bawah terkena cahaya sehingga terlihat melengkung ke atas dengan planet Venus dan Saturnus terbit lebih dulu diikuti oleh bulan sehingga terlihat menyerupai senyuman.
Namun, bagi pengamat di Indonesia, formasi ini justru tampak berbeda dan terlihat seperti "sad face" atau wajah sedih.
Akun Instagram @manusianlangit, yang kerap membagikan konten astronomi, menjelaskan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh posisi bulan yang terbit lebih dulu dibandingkan Venus dan Saturnus di langit Indonesia.
"Jika di Amerika bulan akan terlihat seperti sedang tersenyum karena planet Venus dan Saturnus terbit lebih dulu dari bulan," tulis akun tersebut yang diunggah pada 22 April 2025.
"Tapi di Indonesia kita akan melihatnya seperti sedang cemberut atau sedih karena bulan terbit lebih dahulu dibandingkan dua planet tersebut," pungkasnya.
Meski dengan penampakan yang berbeda, fenomena ini tetap dapat disaksikan di Indonesia, asalkan kondisi cuaca cerah dan tidak dalam kondisi mendung atau terhalang karena polusi cahaya yang berlebihan.
Pengamat di Indonesia dapat melihat fenomena langka "Smiley Face" ini di cakrawala timur mulai pukul 05.00 hingga 06.00 WIB pada 25 April 2025.
Untuk pengalaman terbaik, disarankan menggunakan teropong atau teleskop sederhana, meskipun formasi ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu.
Fenomena "Smiley Face" ini menjadi momen langka yang mengingatkan kita akan keajaiban alam semesta.
Meski tampak berbeda di Indonesia, keindahan langit ini masih bisa dinikmati dengan kekaguman yang sama akan ciptaan Sang Maha Kuasa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini