Petani tersebut menjelaskan bahwa gabah yang ia jual hanya dihargai Rp5.400 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500.
“Padahal ini padi A1 (kualitas tinggi). Gimana ini, Pak Prabowo?” tandasnya dalam video itu.
Keluhan ini mencerminkan kegelisahan para petani atas kebijakan yang di atas kertas terlihat menjanjikan, namun implementasinya di lapangan belum sepenuhnya dirasakan.
Masalah harga gabah yang jatuh bukan hal baru. Tiap musim panen, isu serupa kerap berulang. Dalam konteks ini, suara petani yang menyampaikan kondisi riil seharusnya menjadi alarm penting bagi pemerintah pusat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!