Petani tersebut menjelaskan bahwa gabah yang ia jual hanya dihargai Rp5.400 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500.
“Padahal ini padi A1 (kualitas tinggi). Gimana ini, Pak Prabowo?” tandasnya dalam video itu.
Keluhan ini mencerminkan kegelisahan para petani atas kebijakan yang di atas kertas terlihat menjanjikan, namun implementasinya di lapangan belum sepenuhnya dirasakan.
Masalah harga gabah yang jatuh bukan hal baru. Tiap musim panen, isu serupa kerap berulang. Dalam konteks ini, suara petani yang menyampaikan kondisi riil seharusnya menjadi alarm penting bagi pemerintah pusat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fedi Nuril Kritik Prabowo soal Demo Bayaran, Skakmat Buzzer Lewat Video Bagi-Bagi Bansos Cari Dukungan RUU TNI, Netizen Beberkan Fakta Mengejutkan!
Netizen Kaitkan Perkataan Prabowo saat Dialog Bareng Pimred Media dengan Cuitan Lawas Fufufafa: Penjelasan Presiden Berbelit-Belit, Tak Sesuai Konteks
Beda Nasib: Ribuan Staf MBG Belum Terima Gaji, Prabowo Mengaku Sedih Menterinya Tak Dapat Mobil Dinas sejak Dilantik
Tak Setuju, Nadin Amizah Nilai Rencana Prabowo Subianto Evakuasi Warga Gaza Tak Tepat: Mereka Butuh...
Presiden Prabowo Kenang Sosok Titiek Puspa: Musisi Legendaris yang Dapat Kepercayaan dari Bung Karno untuk Nyanyikan Lagu 'Bersuka Ria'