Sikap resmi Israel ini menjadi sinyal bahwa hubungan diplomatik antara Israel dan Vatikan sempat mengalami ketegangan serius. Meskipun selama beberapa dekade terakhir relasi antara Katolik dan Yudaisme menunjukkan perbaikan, kritik tajam Paus terhadap operasi militer Israel memperkeruh suasana.
Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok pemimpin spiritual yang vokal dalam isu-isu kemanusiaan. Ia sering menantang negara-negara besar yang dinilai melanggar nilai-nilai kemanusiaan, termasuk dalam kasus perang, pengungsian, dan pelanggaran HAM.
Kini, setelah wafatnya Paus, ketegangan diplomatik itu muncul kembali ke permukaan. Penghapusan pesan belasungkawa Israel bukan sekadar aksi administratif biasa, melainkan sinyal dari konflik ideologis yang belum benar-benar usai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!