Kamis, 4 Juni 2026

Israel Hapus Ucapan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus: Kritik soal Gaza hingga Tuduhan Genosida Jadi Akar Ketegangan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 24 April 2025 | 09:30 WIB
Alasan Israel menghapus ucapan bela sungkawa untuk Paus Fransiskus.   (X.com/jacksonnhingklle)
Alasan Israel menghapus ucapan bela sungkawa untuk Paus Fransiskus. (X.com/jacksonnhingklle)

SketsaNusantara.id - Ucapan belasungkawa dari Pemerintah Israel atas wafatnya Paus Fransiskus sempat muncul di media sosial. Namun hanya dalam hitungan jam, unggahan itu menghilang.

Kementerian Luar Negeri Israel menghapus pesan tersebut dari Instagram, Facebook, dan X. Publik bertanya-tanya, mengapa ucapan duka atas pemimpin Gereja Katolik itu ditarik begitu cepat?

Ternyata, di balik penghapusan itu tersimpan ketegangan diplomatik yang sudah lama mengendap. Paus Fransiskus dikenal vokal mengkritik operasi militer Israel, terutama di Gaza.

Baca Juga: Apa Itu Deklarasi Istiglal Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar, Bagaimana Kelanjutannya Usai Sang Pope Meninggal Dunia?

Puncak ketegangan terjadi setelah Paus menyebut bahwa aksi Israel di Gaza memiliki unsur-unsur genosida. Kritik keras ini memicu respons tajam dari sejumlah tokoh Yahudi.

Dalam pernyataan resmi, seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pengunggahan belasungkawa itu sebagai sebuah kekeliruan. “Diunggah karena kesalahan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Pernyataan Paus yang menentang Israel dan perang selama masa hidupnya tidak akan dilakukan setelah kematiannya.”

Baca Juga: Kehilangan Tokoh Kemanusiaan, Nasaruddin Umar Sedang Mengupayakan Pergi ke Vatikan untuk Paus Fransiskus

Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa Israel tak bisa mengabaikan rekam jejak kritik tajam dari pemimpin umat Katolik tersebut. Bahkan dalam kematiannya, warisan kritik Paus Fransiskus masih membekas.

Salah satu pernyataan yang paling menyakitkan bagi pihak Israel adalah ketika Paus berkata, "Apa yang terjadi di Gaza memiliki ciri-ciri genosida." Ungkapan itu disampaikan pada bulan November lalu, saat serangan Israel ke wilayah Gaza semakin memanas.

Pernyataan itu bukan hanya mengejutkan, tapi juga menimbulkan amarah di kalangan tokoh Yahudi. Kepala rabbi Roma bahkan menuding Paus Fransiskus menunjukkan “kemarahan selektif”—menuduh Paus hanya fokus pada penderitaan satu pihak dalam konflik panjang Israel-Palestina.

Baca Juga: 5 Fakta Basilika Santa Maria Maggiore, Makam Paus Fransiskus di Roma Italia, Tempat Favorit Pope Francis?

Namun, banyak pihak melihat bahwa Paus Fransiskus tidak berpihak secara membabi buta. Ia juga dikenal mengecam antisemitisme dan menyerukan perdamaian dalam berbagai konflik global. Tapi dalam isu Gaza, suara beliau terdengar lebih tajam dan lantang.

Meski sebagian pihak di Israel mengecamnya, Presiden Isaac Herzog tetap menyampaikan belasungkawa. Dalam pernyataannya, Herzog menyebut Paus sebagai “pria dengan iman yang dalam dan kasih sayang yang tak terbatas.”

Langkah Herzog itu tampaknya menjadi pengecualian di antara para petinggi Israel yang lain. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan jajaran tinggi pemerintahannya memilih diam.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X